Mangupura (Bisnis Bali) –  Kain tenun ikat yakni, songket Bali memiliki kesan berkelas dibandingkan jenis kain lainnya. Terutama untuk menghadiri acara – acara formal seperti kundangan dinas, wisuda, dan lainnya. Tren yang berkembang saat ini, kain songket bisa digunakan suami istri sehingga menampilkan kesan kompak dan berkelas. Demikian antara lain diungkapkan pebisnis kain songket Bali, Ida Ayu Mas, Senin (2/10) kemarin.

Dikatakan, songket berkualitas dapat dilihat dari tekstur kainnya yang tebal dan kaku, karena benang emas dan peraknya yang berkualitas. Jenis kain ini bukan saja dikenal untuk perlengkapan utama payas agung pada rias pengantin tradisional Bali, tapi kini seiring mencuatnya tren songket di masyarakat, padupadan songket dengan kebaya maupun safari banyak dilakukan, sehingga menampilkan kesan mewah dan berkelas. Image tersebut tak berlebihan, karena memang harga kain songket lumayan mahal. Sebidang songket berkualitas harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Hal tersebut karena proses produksi songket makan cukup waktu, juga pengerjaannya dilakukan secara profesional. Terutama membuat motif hanya bisa dilakukan segelintir orang saja, sedangkan yang disebut penenun adalah mereka yang menduplikat motif asli yang dibuat pemotif. Dia optimis, seiring makin berkembangnya  media informasi aksi tengkulak makin terbatasi dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di bidang ini sudah mulai menyadari ikut dan terlibat langsung dalam promosi di media pameran. Hal ini memberi manfaat lebih optimal bagi mereka meningkatkan penjualan.

Menurutnya, industri songket Bali yang notabena berkembang di pelosok desa, perlu pendataan untuk pembinaan lebih lanjut oleh pemerintah terkait. Hal ini bertujuan, agar kain songket Bali yang memiliki daya saing tinggi bisa makin dikenal masyarakat luas, dengan dampak ekonomi lebih besar tentunya.

Sebelumnya, Ida Bagus Kade Perdana, pemilik butik kain tradisional dan busana adat Bali di Renon, Denpasar menyampaikan, kain tradisional Bali salah satunya songket merupakan produk kearifan lokal yang harus dilestarikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah, bersinergi dengan produsen untuk lebih intensif mengenalkan kain tradisional ini dalam wadah butik untuk menggaet pasar menengah atas.  (gun)