Bali tetap Aman Dikunjungi Wisatawan

36
WASPADA –Digelarnya Bali Run ini membuktikan walaupun harus waspada dengan adanya potensi erupsi Gunung Agung, tidak mengendurkan atau mengurangi semangat dan keyakinan wisatawan datang ke Bali. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Bali harus memiliki informasi yang bagus terkait Gunung Agung. Informasi hoax dan bombastis seputar Gunung Agung menimbulkan ketakutan masyarakat dan wisatawan. Jika persoalan informasi Gunung Agung terlalu bombastis, bisa saja banyak wisatawan yang batal berlibur ke Bali.

Ekonomi Bali secara keseluruhan bisa terganggu.

Saat ini kejelasan informasi dan sebuah gerakan diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada wisatawan bahwa melakukan kegiatan atau aktivitas wisata di Pulau Bali masih aman. Dengan melakukan aktivitas wisata salah satunya Bali Run yang merupakan bagian dari wisata olahraga (sport tourism) ini, pelaku industri pariwisata di Nusa Dua menunjukkan kepada dunia meski adanya peningkatan aktivitas Gunung Agung, namun kegiatan wisata di kawasan tersebut masih berjalan normal.

Direktur Operasional Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), AA Ngurah Wirawan menjelaskan, Bali Run 2017 merupakan event lari yang menarik bagi peserta yang datang dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Hal ini dikarenakan, kegiatan ini tidak hanya dilakukan di taman area Nusa Dua, juga di jalan raya dan Jalan Tol Bali Mandara.

“Karena tahun lalu kami hanya lari di dalam Nusa Dua. Tahun ini dengan izin Menteri Pekerjaan Umum diizinkan untuk menggunakan Jalan Tol Bali Mandara sebagai arena berlari. Hampir seluruh peserta yang jumlahnya 3.500 ini gembira sekali karena memang jarang ada kejadian jalan tol ditutup sementara atau dimanfaatkan sebagian untuk berlari,” katanya, usai mengikuti Bali Run di Pulau Peninsula Nusa Dua, Badung, Minggu (1/10).
Menurutnya, selain sebagai aktivitas wisata olahraga, akhir-akhir ini berlari sudah menjadi gaya hidup masyarakat di perkotaan di seluruh dunia baik itu dari berbagai kalangan usia. “Kegiatan ini juga merupakan bagian atraksi wisata di kawasan ITDC,” kata Wirawan.

Dikatakannya, kehadiran sejumlah wisatawan asing dalam kegiatan Bali Run tersebut membuktikan bahwa para wisatawan menganggap beraktivitas wisata di Bali itu aman. “Iya memang ada wisatawan asing. Memang yang ikut hanya sedikit karena ada isu Gunung Agung,” kata Wirawan.

Diakui Wirawan, meski isu peningkatan aktivitas Gunung Agung sempat merebak di media sosial, namun pihaknya berhasil meyakinkan para pelari baik domestik maupun mancanegara bahwa letak Gunung Agung dengan lokasi lari ini cukup jauh. “Jadi tidak perlu dikhawatirkan dan akhirnya mereka semangat lagi untuk datang ke Bali ikut Bali Run ini,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika ada beberapa pertanyaan terkait penerbangan sejak muncul isu peningkatan aktivitas Gunung Agung. Ia mengatakan, wisatawan pun memahami apabila nantinya terjadi erupsi yang menyebabkan transportasi udara di Bandara Ngurah Rai tidak beroperasi sementara waktu, masih bisa menggunakan transportasi darat maupun laut. “Tapi mereka juga sudah tahu kalau tidak bisa terbang dari ke Bali bisa menggunakan Pelabuhan Gilimanuk. Banyak yang telah mempersiapkan hal itu jika dari ke Bali tidak bisa via udara, bisa melalui jalan darat. Kalau yang domestik masih percaya. Tapi kalau yang asing tampaknya terpengaruh karena isu ini,” kata Wirawan.

Melalui Bali Run ini membuktikan walaupun harus waspada dengan adanya potensi erupsi di Gunung Agung tidak mengendurkan atau mengurangi semangat dan keyakinan wisatawan datang ke Bali. “Sebab Bandara Ngurah Rai bukan satu-satunya wahana sarana trasportasi yang ada di Bali tapi kita masih punya Pelabuhan Benoa, Gilimanuk dan Pelabuhan Lembar untuk keluar jika Bandara Ngurah Rai terpaksa ditutup. Mungkin informasi seperti ini harus didengungkan terus kepada wisatawan di seluruh dunia,” imbuhnya.
Ditanya terkait pembatalan wisatawan, Wirawan mengaku belum menerima laporan tersebut dari hotel-hotel di kawasan ITDC. Ia mengatakan saat ini okupansi (tingkat hunian) di ITDC masih cukup baik, selama periode semester 1/2017 rata-rata okupansi di atas 78 persen. Namun, pihaknya belum memastikan berapa okupansi di kawasan ITDC pascamerebaknya isu peningkatan aktivitas Gunung Agung. (kup)