Kelola Daya Tarik Wisata Alam dengan Konsep “Tri Hita Karana”  

36
BERLIBUR - Wisatawan yang sedang berlibur ke Bali saat menikmati daya tarik wisata Bali yang dikelola dengan konsep Tri Hita Karana. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Selain budaya, Bali memiliki wisata alam yang memiliki daya tarik tidak kalah unik. Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya, Minggu (1/10) mengatakan, wisata alam ini harus dikelola dengan konsep Tri Hita Karana sehingga menjadi sumber kehidupan.

Ia mengungkapkan, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung bisa menjadi gambaran pariwisata Bali wajib memelihara alam dengan baik. Ketika alam tidak berfungsi dengan baik, maka kehidupan tidak akan berfungsi dengan baik.

Ia menjelaskannya, konsep pengembangan wisata alam ini mesti dikembalikan ke konsep Tri Hita Karana. Hubungan sesama manusia harus harmonis. Di dalamnya terdapat hospitality dan keramahtamahan, tepo seliro dan saling pengertian, hubungan manusia dengan manusia. Ini akan menjadi wisatawan nyaman menikmati wisata alam yang dikelola masyarakat desa.

Konsul kehormatan Afrika Selatan untuk Bali ini memaparkan , hubungan alam dengan manusia. Manusia tidak akan pernah bisa hidup tanpa alam. Oleh karena itu, akibat kuasa alam manusia bisa hidup. Manusia bisa menempatkan diri sebagai bagian dari alam.

Lebih lanjut dikatakannya, pengembangan pemukiman termasuk fasilitas pariwisata sangat rentan merusak alam. Ketika masyarakat mulai merusak alam dan alam murka maka terjadilah bencana alam. Ini bisa berupa bencanq tsunami, banjir bandang longsor, gunung meletus, epidemi, dan lainnya. (kup)