Budi Daya Mangga Gadung Prospektif

38

BUAH mangga merupakan salah satu buah yang banyak penggemarnya. Ada banyak varietas mangga, salah satunya yang disukai konsumen adalah jenis mangga gadung. Di Bali, mangga ini banyak di kembangkan di daerah Jembrana.

Sri Kedal, Bendahara Kelompok Wanita Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Jembrana memaparkan mangga gadung ini cukup populer di kalangan penggemar buah mangga. “Rasanya yang manis seperti mangga arumanis menjadi salah satu keistimewaannya. Bentuk buahnya juga mirip dengan mangga arumanis, yaitu bulat panjang, berlekuk, dan berparuh jelas,” tuturnya.

Keunggulan lain mangga gadung ini adalah daging buah yang tebal dan berwarna kuning kemerahan, rasanya manis segar dan aromanya harum.

Pohon mangga ini dapat tumbuh dan berkembang baik di daerah dengan ketinggian antara 50-300 m di atas permukaan laut, karena termasuk tanaman dataran rendah. Struktur tanah yang disukainya adalah tanah yang gembur, berdrainase baik, ber-pH antara 5,5-6. Untuk memulai budi daya sebaiknya lubang tanam dibuat 1-2 bulan sebelum tanam,dengan ukuran 1 m x 1m x 1 m dan jarak tanam 6 m x 8 m. Dua minggu sebelum pelaksanaan tanam, tanah galian dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam dengan campur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.

“Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Sebelum bibit ditanam kantong plastik dilepas, dengan kedalaman tanam + 15-20 cm diatas leher akar dan tanah di sekitar tanaman ditekan ke arah tanaman agar tidak roboh,” terangnya.

Pemupukan susulan sebaiknya diberikan 1 kali pada awal musim hujan berupa pupuk kandang (PK). Caranya dibenamkan disekitar pohon selebar tajuk tanaman atau menggali lubang pada sisi tanaman. Mangga umur 1-5 tahun diberi 30 kg PK, umur 6-15 tahun diberi 60 kg PK, selain itu perlu juga diberikan Pupuk NPK 2 kali.

Agar tanaman mangga dapat tumbuh optimal perlu dilakukan pemangkasan yaitu pada umur 1 tahun setelah tanam pada musim hujan dengan memotong batang setinggi 50-60 cm dari permukaan tanah dan pemotongan di atas bidang sambungan. Dari cabang yang tumbuh dipelihara 3 cabang yang arahnya menyebar.  Setelah berumur 2 tahun pemangkasan juga  dilakukan pada ketiga cabang yang tumbuh tersebut, caranya menyisakan 1-2 ruas. Tunas yang tumbuh pada masing-masing cabang dipelihara 3 tunas. Jika lebih dibuang. Dari pemangkasan tersebut akan diperoleh pohon dengan rumus cabang 1- 3 – 9. Pada umur 3 tahun, dilakukan pemangkasan yang sama seperti saat berumur 2 tahun, tetapi tunas yang tumbuh dipelihara semua untuk produksi.

“Selain itu juga perlu dilakukan pemangkasan  untuk memelihara tanaman dengan memotong cabang mati atau kering, cabang yang tumbuh ke dalam dan ke bawah serta cabang air yaitu cabang muda yang tidak akan menghasilkan buah. Pemangkasan ini dilaksanakan segera setelah panen,” tandasnya. (pur)