Mangupura (Bisnis Bali) – Wisata olah raga atau sport tourism diyakini efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali. Sport tourism terdekat yang rencana digelar yaitu Bali Run yang menawarkan sensasi lari across the sea.

Managing Director Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Nusa Dua, Wayan Karioka mengatakan, sebagai BUMN bergerak di sektor pariwisata tentunya berkepentingan dalam mengembangkan sarana dan destinasi wisata yang merupakan prioritas program pemerintah untuk pemerataan pembangunan di Indonesia

Ini juga dalam dalam rangka mendukung program pemerintah mencapai target kunjungan wisatawan asing, ITDC berperan aktif dan lebih kreatif dalam menciptakan event-event, yang ikonik dan menjadi daya tarik bagi kunjungan wisatawan ke Bali dan Indonesia umumnya

“Pemerintah menargetkan pada 2017 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 15 juta atau meningkat 10 persen dari 2016 yang mencapai 13,5 juta wisatawan,” katanya.

Jumlah tersebut optimis tercapai mengingat pemerintah telah menggalakkan pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan daerah-daerah tujuan pariwisata. Namun demikian, masih diperlukan upaya untuk bisa menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

Di Bali sendiri berdasarkan data BPS, pada periode Januari-Juli 2017 tercatat jumlah kunjungan wisman yang melalui Bandara Ngurah Rai sudah 3.379.287 kunjungan. Jumlah tersebut mengalam kenaikan 24,46 persen dibanding periode Januari-Juli 2016.

“Bali Run pada 1 Oktober ini, ITDC bekerja sama dengan Jasa Marga Bali Tol dengan dengan memberikan sensasi dan pengalaman yang berbeda,” katanya.

Tim dunia lari yang diwakil oleh Frank Malonda menyatakan, tentu sport tourism bisa mendukung kunjungan wisatawan ke Bali. Itu terlihat pada acara awal Oktober ini sekitar 3.700 orang pelari maupun wisatawan dan warga lainnya siap meramaikan ajang lomba lari yang pertama kali digelar di atas laut atau jalan tol Bali Mandara.

“Lomba lari ini memiliki sensasi yang selama ini dicari seorang pelari tingkat dunia. Bagaimana peserta merasakan sensasi berlari di atas laut dengan tiga kategori mulai 5 kilometer, 10 kilometer dan 25 kilometer, sembari merasakan suasana berbeda karena berlari di atas laut, peserta bisa juga menikmati keindahan alam dan laut di pagi dengan berfoto selfie dan lainnya,” paparnya.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Korim mengatakan, event ini sudah memiliki izin dari Kementerian PUPR untuk menggunakan sebagian lajur Jalan Tol Bali Mandara. Berkenaan dengan hal tersebut. Pihaknya mengakui akan ada sebagian masyarakat yang mengalami hambatan perjalanan, khususnya ketika melawati Jalan Tol Bali Mandara pada 1 Oktober dini hari karena tol akon ditutup untuk keperluan kegiatan Bali Run.

Menurut dia, persiapan pelaksanaan Bali Run akan dilakukan mulai pukul 02.00. Para pelarinya sendiri akan dimulai secara bertahap pukul 05.00, dan diharapkan selesai pukul 09.30. Penyelenggara punya waktu sampai pukul 11.00, setelah itu jalan tol normal kembali.

“Jalan tol akan ditutup satu lajur mulai pukul 03.00 dan akan buka kembali pukul 13.00,” katanya. (dik)