Denpasar (Bisnis Bali) –  Sejalan dengan perkembangan zaman dan gaya hidup, boneka adalah salah satu produk yang banyak diminati masyarakat. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa, kendati tidak ada momen Valentine (hari kasih sayang). “Tanpa momen, varian boneka tetap digemari oleh anak-anak kecil, remaja putri bahkan ibu-ibu,’’ ujar Wulan, salah seorang penyedia boneka di kawasan Denpasar, Senin (18/9).

Lanjut Wulan, rata-rata boneka berbentuk hewan, manusia, buah-buahan, tokoh kartun, atau bentuk lain-lainnya laku setiap harinya. ‘’Anak-anak sangat suka memainkannya, apalagi jika boneka yang dimilikinya sangat lucu dan menggemaskan,’’ ungkapnya.

Angka kebutuhan pasar dari berbagai kalangan konsumen terhadap boneka, kata dia, dikarenakan tingginya peminat dan pengemar boneka. Bahkan semakin bertambah permintaannya sejalan dengan bertambahnya penduduk, sehingga dalam bisnis boneka ini sangat berpeluang bagi UMKM.

Hal senada diungkapkan Aryani, salah seorang penyedia boneka lainnya. ‘’Hingga kini produk boneka tetap memiliki pasar kendati tanpa momen Valentine,’’ ujarnya.

Pihaknya menawarkan aneka jenis boneka, mulai tokoh kartun hingga jenis hewan seperti beruang, panda, gajah, babi, dan lainnya. “Kami juga saat ini menambah koleksi mata dagangan kami dengan bantal bentuk jantung, serta bertuliskan ‘I Love You’ yang mengambarkan rasa sayang kepada pasangan,” jelasnya.

Boneka-boneka ini didatangkan dari Jakarta serta Surabaya, dengan warna yang tentu saja dominan merah serta pink. Untuk saat ini pihaknya menyediakan ratusan boneka, mulai dari yang seharga Rp 35 ribu hingga Rp 330 ribu per pcs. (aya)