Industri Telekomunikasi pun Antisipasi Kejahatan ”Cyber”

29

Kemajuan teknologi digital telah menghadirkan berbagai solusi bagi usaha meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, termasuk di dalamnya industri telekomunikasi, terutama operator selular (opsel). Pesatnya perkembangan teknologi digital juga mendorong lahirnya berbagai produk inovatif. Namun, kemajuan teknologi juga membuka peluang atas munculnya berbagai ancaman baru, khususnya yang terkait dunia digital, seperti kejahatan cyber dengan modus yang makin canggih. Bagaimana mengantisipasinya?

GUNA membangun kewaspadaan bersama atas potensi ancaman kejahatan cyber, salah satu opsel, yakni PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan suatu forum diskusi dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan risiko bisnis yakni risk & control forum.
Menurut Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, XL sebagai salah satu pelaku industri telekomunikasi perlu untuk terus mencermati tren industri dan risiko-risiko terkait. “Dengan mendiskusikan dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan risiko bisnis (risk and control), kami berharap para pelaku industri ini dapat saling berbagi pengalaman, dan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kompetensi mengenai hal-hal tersebut,” ujarnya.
Lanjutnya, saat ini hampir setiap perusahaan menggunakan sistem teknologi informasi dan koneksi ke dunia digital untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Karena itu, semua perusahaan pasti memiliki kebutuhan untuk mampu mengamankan sistem teknologi informasi yang dikelolanya. Untuk itulah, dia menekankan, even ini menjadi sangat penting bagi pelaku industri, apalagi serangan cyber juga acap kali menyasar perusahaan-perusahaan di Indonesia. “Memiliki sistem keamanan cyber dan manajemen risiko yang kuat tentu menjadi suatu nilai tambah yang penting bagi setiap perusahaan di industri ini,” ungkapnya.
Pihaknya berharap Forum Risk & Control ini selanjutnya bisa menjadi wadah bagi para praktisi audit dan manajemen risiko di industri telekomunikasi dan industri terkait untuk saling berdiskusi, berbagi ilmu, pengalaman, bertukar pikiran, dan menjalin komunikasi. Melalui event ini, para praktisi dapat mendiskusikan tren dan update terbaru terutama yang memerlukan perhatian dari sisi audit dan manajemen risiko.
Dian juga menekankan pentingnya forum ini bagi pelaku industri financial technology (fintech). Menurutnya, pelaku industri fintech pun harusaware dengan segala risiko yang mungkin muncul dari sisi cyber. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa pelaku industri fintech dalam memperluas pengembangan bisnisnya menggunakan sarana platform digital terutama dalam upaya memperbanyak pengguna. Jaminan atas keamanan data dan juga dana nasabah dari berbagai sisi tentu menjadi perhatian utama masyarakat dalam menggunakan jasa dan produk fintech.
“Kami juga memiliki departemen audit internal dan manajemen risiko yang diberikan kepercayaan untuk memastikan dan membantu manajemen XL terkait pengelolaan tata kelola perusahaan yang baik melalui kajian audit untuk memastikan bahwa pelaksanaan kebijakan dan prosedur dalam aktivitas operasional XL telah berjalan dengan efektif seperti yang direncanakan,” jelasnya.
Di samping itu, pihaknya juga memiliki unit Manajemen Risiko dan Advisory (RMA) yang bertugas memfasilitasi proses pengelolaan risiko. Dalam melakukan aktivitas manajemen risiko, pihaknya telah melakukan teknik penilaian diri atas risiko dan pengendalian (RCSA), yakni pemilik risiko (pemilik usaha) mengidentifikasi risiko yang mungkin berdampak pada tujuan bisnis mereka.
Hal senada diungkapkan General Manager Sales Region Bali Nusra, Anandoz Bangsawan.
“Sejalan dengan makin meluasnya ketersediaan jaringan broadband  yang dapat dinikmati di sepanjang tanah air, kami pun terus mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan internet secara bertanggung jawab, aman, kreatif, dan inspiratif (BAIK),” ujarnya.
Lanjutnya, kampanye #internetBAIK yang dinisiasi perusahaannya bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang positif dan konstruktif dengan penggunaan internet yang bertanggung jawab, aman, inspiratif, dan kreatif.
“Ini wujud tanggung jawab sosial kami untuk membangun ekosistem digital yang positif dengan mengedukasi dan memberikan teladan bagi masyarakat Indonesia, terkait penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi semua kalangan,” jelasnya.(aya)