Serahkan Dana Upakara Rp550 Juta di Br. Pemijian Giri Prasta Berkomitmen Penuhi Proses Lahir, Hidup, Mati Masyarakat Badung

31
KARYA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri rangkaian Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Alit Medasar Caru Balik Sumpah Madya di Pura Melanting, Banjar Pemijian, Desa Sangeh, Sabtu (16/9) lalu.

Mangupura (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mulai proses lahir, hidup hingga mati. “Kami Pemkab Badung bertanggung jawab memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, dari proses lahir, hidup, mati wajib pemerintah menanggungnya,” tegas Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri rangkaian Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Alit Medasar Caru Balik Sumpah Madya di Pura Melanting, Banjar Pemijian, Desa Sangeh, Sabtu (16/9) lalu.

Pada kesempatan itu Bupati Giri Prasta yang didampingi anggota DPRD Badung asal Sangeh IB Sunartha juga menyerahkan bantuan dana upakara Rp 550 juta kepada krama Banjar Pemijian.
Bupati Giri Prasta mengungkapkan, mulai proses lahir, masyarakat Badung yang melahirkan tidak dikenai biaya bersalin alias gratis. Yang lebih menarik lagi, Pemkab langsung memberikan akte kelahiran kepada bayi yang baru lahir. Dalam proses hidup, masyarakat Badung juga sangat diperhatikan oleh Bupati. Melalui program-program skala prioritas, Bupati dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai kebutuhan pangan, sandang dan papan. Salah satunya dengan program bedah rumah dan usaha ekonomi produktif. Bidang kesehatan, dengan membiayai sepenuhnya masyarakat yang berobat di puskesmas, RSUD Mangusada, RS Sanglah, klinik swasta serta dokter umum yang telah diajak kerja sama. “Berapa pun biayanya pemkab akan tanggung,” jelasnya.

Di bidang pendidikan, Bupati yang terkenal bares ini juga telah mengambil kebijakan dengan menggratiskan pendidikan di tingkat SD dan SMP, dan tidak diperbolehkan adanya pungutan di sekolah. Yang menggembirakan lagi, SD kelas 5 dan kelas 6 seluruh Badung diberi laptop. Sementara murid SD kelas 1 dan SMP kelas 1 diberikan seragam sekolah lengkap.
Dijelaskan, bidang seni, adat agama dan budaya, Bupati memberikan perhatian penuh. Untuk itu Bupati senantiasa membantu pembangunan pura di desa adat serta memberikan dana upakara. Hal ini dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang dinilai waktu dan dana masyarakat kebanyakan habis di adat. Untuk kebutuhan sekeha teruna juga sangat didukung, baik itu kebutuhan gong, alat musik, sarana olah raga, pemda akan penuhi. Termasuk pemberdayaan sekeha-sekeha dan sanggar seni juga akan menjadi perhatian Bupati. Pada proses mati, pemkab memberikan santunan kematian Rp 10 juta, sekaligus mendapat akte kematian dan perubahan kartu KK.
Selain program kebijakan tadi, Bupati juga telah mengambil kebijakan baru seperti memberikan dana sosial bagi penunggu pasien di kelas III dengan nilai maksimal Rp5 juta. Selain itu ada kebijakan pembebasan PBBP2 dan pada tahun 2018 nanti pemangku khayangan tiga di Badung akan diberi gaji. Tidak hanya itu, mulai 2018 masyarakat badung akan mendapat layanan wifi gratis. Dengan program dan kebijakan Pemkab Badung ini, Bupati Giri Prasta ingin menjadi tokoh internasional. “Kami kira hanya Badung yang punya program seperti ini. Untuk itu saya tidak ingin menjadi tokoh di daerah maupun di nasional. Saya ingin menjadi tokoh internasional,” tegasnya.

Dengan kebijakan ini, Bupati juga ingin hidup selamanya, dalam artian bila telah meninggal masih dikenang oleh masyarakat dengan program kebijakan yang sangat dirasakan masyarakat Badung.
Ketua Panitia IB Ketut Merta melaporkan, rencana karya ini sudah dimulai sejak 6 bulan lalu. Dudonan karya sudah berjalan dari 7 Agustus 2017 lalu, dan  puncak karya akan dilaksanakan pada 22 September mendatang. Terlaksananya karya ini berkat dukungan dana dari APBDes Sangeh tahun 2017 Rp 200 juta, dan bantuan Bupati Rp 550 juta. Untuk itu atas nama krama Banjar Pemijian, menyampaikan terima kasih atas bantuan Bupati Badung, dan krama Pemijian siap mendukung segala program kebijakan yang dilaksanakan Pemkab Badung. (ad1823)