Perhiasan Perak pun bisa sebagai Ajang Investasi

28
PERAK - Kekhasan perhiasan perak Bali menyebabkan produk kreatif ini diminati pasar dalam dan LN. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi produsen meningkatkan daya saing. Tak hanya menyangkut pemanfaatan material perak bermutu tapi juga inovasi dan promosi yang berkesinambungan. (gun)

Perhiasan perak Bali tak kalah diminati konsumen dari dalam maupun luar negeri (LN). Selain relatif murah, desain dan motifnya yang bernuansa tradisional Bali maupun modern tak kalah menarik untuk digunakan sendiri sekaligus investasi. Bagaimana mestinya produsen perhiasan perak Bali meningkatkan daya saing menghadapi kompetitor dari negara-negara ASEAN maupun Eropa yang juga membidik sejumlah buyer dari sejumlah negara tujuan ekspor yang sama?

PERAK merupakan salah satu logam mulia yang sampai kini difanatiki konsumen. Selain memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan logam mulia emas, dalam bentuk perhiasan beragam desain dan motifnya juga tak kalah unik dibanding perhiasan emas. Sebagian konsumen juga memiliki pandangan memiliki perhiasan emas saja tak lengkap jika tak memiliki perhiasan perak. Itu karena keduanya sama-sama memiliki daya tarik tersendiri. Bedanya memang dari sisi harga yakni perak lebih terjangkau dibandingkan emas.

Ketua Asosiasi Perak Indonesia (API) Bali, Nyoman Mudita baru-baru ini menyampaikan, industri perak Bali telah berkembang pesat seiring promosi dan inovasi kalangan produsen yang gencar dan berkelanjutan. Ini positif dalam rangka meningkatkan daya saing komoditi perak Bali khususnya di pasar ekspor. Karena itu, sebagai upaya tetap menjaga kepercayaan pasar dunia pun dari sisi permintaan yang besar, kesiapan industri perak Bali sangatlah penting. Kesiapan tersebut antara lain menyangkut penguatan permodalan, alat produksi, promosi, inovasi, dan tak kalah penting meningkatkan manajemen bisnis sehingga bermain di pasar dunia bukan lagi satu kekhawatiran tetapi justru peluang menjanjikan dengan kesiapan berbagai sumber daya yang telah dimiliki. “Bermain di pasar dunia minimal perlu modal Rp 5 miliar,” ujar Mudita.

Selain itu perubahan desain dan motif dalam persaingan dunia yang cepat menuntut inovasi produsen Bali agar setiap saat bisa menampilkan produk baru.

Sebelumnya, Nyoman Rupadana, pebisnis perak Bali menyampaikan persaingan di pasar dunia yang ketat menuntut jaminan kualitas perak Bali. Karena itu, salah satu indikator penting yang harus disiapkan industri adalah ketersediaan material bermutu. Secara umum material bermutu tersebut 925 karat sehingga diterima di pasar dunia. Sementara kondisi di daerah masih ada produksi perak hanya memanfaatkan material lokal. Ini yang kurang relevan dengan kebutuhan ekspor sehingga perlahan harus ditingkatkan. Jika kendala permodalan yang menghambat akses material dari PT Antam tentu harus dicarikan solusinya. Misal bersinergi dengan sesama produsen sehingga permodalan jadi kuat dan siap membelinya dalan jumlah standar di Antam Jakarta.

Menurutnya, dari sisi inovasi desain dan motif perhiasan perak Bali memiliki keunggulan tersendiri. Itu karena unsur seni yang ada didalamnya bersumber dari budaya adiluhung orang Bali yang selama ini dikagumi dunia. Ini juga harus dikuatkan dengan modernisasi sehingga tetap relevan dengan selera pasar dunia yang dinamis.(gun)