Budi Daya Jambu Mete Raih Keuntungan Besar

80

Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya. Hampir semua bagian tanaman jambu mete bisa dimanfaatkan mulai dari akar, batang, daun, buahnya dan yang paling banyak dimanfaatkan adalah biji mete (kacang mete). Hal tersebutlah yang membuat budi daya jambu mete mendatangkan keuntungan besar bagi petani.

Di Bali, jambu mete, menurut Ir. I Ketut Soma,  Seksi pembenihan dan perlindungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, banyak dikembangkan di daerah Kubu, Kabupaten Karangasem. Jambu ini juga banyak dikembangkan di daerah bukit Jimbaran, namun tidak terlalu banyak.

“Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari, dan tahan berapa di daerah kering. Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari, produktivitasnya akan menurun dan tidak mau berbuah,” tuturnya.  Jenis tanah paling cocok untuk jambu mete adalah tanah berpasir, tanah lempung berpasir, dan tanah ringan berpasir. Jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-700 m DPL.

Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari penuh. Tanah dibajak/dicangkul sebelum musim hujan dan dibuatkan parit-parit drainase. Berikan pupuk kandang sebelum penanaman dan pemupukan kembali dilakukan saat tanaman masih kecil, tiga kali setahun. “Cara pemupukan dengan menggali lubang sekitar batang, di luar lingkaran daun kemudian pupuk dimasukkan ke dalam lubang galian itu. Pemberian pupuk kandang dan kompos, bertujuan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah,” tukasnya.

Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 6×6 m, sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun. “Untuk efisiensi lahan, dapat diterapkan budi daya polikultur. Beberapa jenis tanaman bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela,” tukasnya. Sebagai contoh adalah tanaman palawija, dan rumput setaria.

“Untuk membuat lubang tanam, gali tanah dengan ukuran  30 x 30 x 30 cm. Lubang tanam biarkan terbuka ± 4 minggu, baru lubang ditutup dengan tanah yang telah bercampur dengan pupuk kandang,” terangnya. Penanaman dapat dilakukan 4-6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. Penanaman sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau dan awal musim hujan sehingga tidak perlu dilakukan penyiraman.

Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. Tanaman harus diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak. Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan 45 hari sekali. Selain itu pemangkasan juga perlu dilakukan terhadap tunas-tunas samping hingga tinggi cabang mencapai 1-1,5 m dari tanah. “Pilih 3-5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok. Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga,” katanya. (pur)