BPR Wajib Ikuti Perubahan Bunga Penjaminan LPS

22

Denpasar (Bisnis Bali) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menetapkan perubahan suku bunga penjaminan untuk di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR). Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana, Minggu (17/9) mengatakan, BPR harus mengikuti perubahan suku bunga penjaminan yang telah ditetapkan LPS.

Ia mengungkapkan, LPS sudah menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk periode 15 September 2017 sampai 15 Januari 2018. Suku bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum turun dari 6,25 persen menjadi 6 persen dan untuk BPR turun dari 8,75 persen menjadi 8,5 persen.

Ia menjelaskan, penurunan bunga penjaminan LPS di bank umum maupun di BPR ini, merupakan sebuah ketentuan dari LPS. Ini artinya, seluruh perbankan di Indonesia wajib mengikuti ketentuan tersebut.

Dipaparkannya, penurunan suku bunga penjaminan LPS untuk BPR tentu akan ada dampaknya dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hanya saja, ini pengaruhnya tidak akan signifikan.

Lebih lanjut dikatakannya, masyarakat dan sektor UMKM tidak ada pilihan untuk menempatkan dananya. Mereka di antaranya akan tetap menempatkan dananya di sektor perbankan.

Menurutnya, ketika bunga penjaminan  LPS menurun, perbankan termasuk BPR tentu akan turut menurunkan suku bunga tabungan dan deposito. Penurunan suku bunga tabungan ini mengikuti ketentuan suku bunga penjaminan LPS. (kup)