Tangani Kredit Bermasalah, BPR Wajib Ikuti Tahapan Lelang

28

Denpasar (Bisnis Bali) – Harapan bank perkreditan rakyat (BPR) untuk mengarahkan balai lelang membuat bursa lelang masih sulit terpenuhi. Direktur Utama Balai Lelang Bali Indonesia (BLBI), Wayan Laya, S.H., Jumat (15/9) mengatakan, dalam penanganan kredit bermasalah BPR tidak bisa ke bursa lelang melainkan wajib mengikuti tahapan proses lelang termasuk melalui proses pra-lelang.

Ia mengungkapkan, dalam proses penanganan kredit bermasalah terutama masuk kategori macet, tidak bisa langsung melalui proses lelang. Balai lelang tentunya juga harus menempuh proses dan tahapan pra lelang.

Ia menjelaskan, dalam proses pra-lelang ini lebih banyak pada upaya membina debitur yang menghadapi kredit bermasalah. Langkah awal, balai lelang mengarahkan debitur yang kreditnya macet berkenan dan bersedia untuk membayar tunggakan kredit di BPR.

Dipaparkannya, solusi yang diberikan balai lelang kepada debitur, pertama debitur diberikan kesempatan menjual asetnya sendiri.  Alternatif kedua, debitur diarahkan meminjam dana di bank lain atau lewat LPD atau koperasi.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan proses pembinaan sebagian besar penanganan masalah kredit bermasalah di BPR bisa diselesaikan balai lelang cukup di tahapan proses pra-lelang. Harapan balai lelang terpenuhi ketika  debitur menyelesaikan atau melunasi tunggakan kredit di pra-lelang.

Ia mengkalkulasikan  dari 10 kredit bermasalah perbankan yang ditangani balai lelang yang mampu ditangani 5-7 kredit bermasalah secara tuntas melalui proses pra-lelang. “Balai lelang tentu berharap debitur bisa cukup dibina dalam proses pra-lelang,” katanya. (kup)