Seledri Organik sangat Mudah Dikembangkan

57

SELEDRI yang sering dimanfaatkan untuk penyedap rasa dalam makanan, sangat mudah dikembangkan. Seledri bisa ditanam di dalam pot, ataupun di area pekarangan rumah dengan sistem organik.

Wayan Mariana, petani Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng mengatakan, menanam seledri bisa dengan perbanyakan dari biji (generatif) atau perbanyakan dari anakan (vegetatif). “Kalau petani lebih banyak menggunakan perbanyakan generatif, karena lebih menguntungkan. Kalau skala yang kecil, seperti menanam dalam polybag lebih mudah untuk menggunakan anakan,” tuturnya.

Penanaman seledri dengan cara vegetatif dilakukan dengan mengambil anakan yang tumbuh di sekitar seledri untuk dipindah ke tempat lain.

Lalu pindahkan anakan ke polybag ukuran sedang (40 x 50 cm). Isi polybag dengan media tanam. “Media tanam yang baik terbuat dari campuran tanah, arang sekam  dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Setelah dicampur, ayak terlebih dahulu hasil campurannya,” tuturnya.

Cabut bibit yang akan dipindahkan dengan menyiramkan sedikit air agar mudah dicabut, lakukan dengan hati-hati, lalu buat lubang pada media tanam di dalam polybag sedalam 3 cm, lalu masukkan bibit dan timbun kembali dengan media tanam.

Untuk perawatan setelah bibit dipindah dan ditanam pada polybag, lakukan perawatan intensif dengan melakukan penyiraman tanaman seledri setiap pagi dan sore. Tetapi jangan siram terlalu banyak agar tidak becek dan menjaga akar agar tidak busuk.

“Penyiraman rutin ini dilakukan setiap hari selama minggu pertama setelah bibit dipindahkan dari tempat persemaian. Setelah itu, cukup menyiram seledri 3 kali dalam seminggu dengan menyesuaikan cuaca,” tandasnya. Selain menyiram seledri, ada hal lain yang harus diperhatikan yakni hama. Bila tanaman seledri diserang hama, buang hama tersebut dengan tangan karena menggunakan sistem organik. Bila dibutuhkan sebaiknya gunakan pestisida organik untuk menyembuhkan penyakit yang sedang menyering. (pur)