Penerbangan Thai Lion Air Dongkrak Kunjungan Wisatawan Bangkok ke Bali

49
BANGKOK - Kedatangan wisatawan dari Bangkok yang menggunakan Maskapai Thai Lion Air rute Don Moeang ke Denpasar ketika tiba  di Bandara I Gusti Ngurah Rai. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Maskapai Thai Lion Air meluncurkan penerbangan langsung perdananya ke Bali dari Bandara Internasional Don Mueang. Pimpinan Thai Lion Air, Kapten Darsito Hendroseputro, Jumat (15/9) di sela-sela kedatangan perdana Maskapai Thai Lion Air di Bandara I Gusti Ngurah Rai mengatakan, Maskapai Thai Lion Air melaksanakan penerbangan langsung perdananya pada tanggal 15 September 2017 dari Don Moeang ke Denpasar. Ini merupakan penerbangan harian ke Indonesia kedua yang dilakukan oleh Thai Lion Air setelah Jakarta yang menandakan upaya yang terus menerus untuk memperluas jaringan rute internasional.

Ia menjelaskan, Bali merupakan tujuan wisata budaya yang kaya dan merupakan pilihan utama bagi banyak wisatawan asal Bangkok. Penerbangan langsung merupakan pilihan lain yang mudah dilakukan bagi wisatawan baik dari dan menuju Bali. “Kami berharap penerbangan ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Bali melalui jaringan Lion Air Group dan menarik lebih banyak penumpang dari daerah kecil untuk transit di Bali,” katanya.

Thai Lion Air SL258 berangkat dari Bandara Internasional Don Mueang pukul 5.50 pagi dan tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 11.25 waktu setempat. Penerbangan kembali akan berangkat dari Bali pada pukul 1.20 malam dan tiba di Bangkok pukul 05.15 dengan waktu penerbangan 4 jam 30 menit dan waktu di Bangkok 1 jam lebih lama dari Bali.

Thai Lion Air merupakan maskapai penerbangan low cost carrier (LCC) Thailand yang beroperasi dari Don Mueang International Airport, Bangkok, Thailand.

“Kami akan terus menjelajahi rute-rute lain di Indonesia dan memberikan konektivitas yang lebih baik melalui hub kami di Don Mueang,” ujar Darsito.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan, Kementerian Pariwisata pada tahun ini menfokuskan pada aksesibilitas sehingga selalu mendorong maskapai asing maupun nasional untuk membuka rute dari negara-negara pasar utama ke Indonesia. “Komitmen penuh Kementerian Pariwisata ditunjukkan dengan persiapan penyambutan charter flight perdana Thai Lion Air dengan kesenian Bali,” katanya.

Gde Pitana memaparkan, Thailand memang dianggap “kolam ikan” bersama Malaysia dan Singapura untuk menjaring wisatawan mancanegara  berkunjung ke Indonesia. Hal itu agar arus wisatawan asal Asia Tenggara dapat menyumbang pada pencapaian target kunjungan  wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 15 juta pada tahun 2017.

Rute penerbangan baru ini diharapkan bisa menjadi connection antara Indonesia dengan belahan dunia lainnya, dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kedatangan turis asing. “Dibukanya rute ini yang memberikan lebih banyak pilihan bagi pelancong dari Thailand,” tegas Pitana.

Sementara itu, Rizki Handayani mengungkapkan, untuk memanfaatkan momentum dan memaksimalkan dampak pembukaan rute baru ini,  pihaknya akan memfasiltasi ground handling fam trip bagi tamu VIP. (kup)