Jelang Galungan Inflasi Aman, BI Waspadai Pengurangan Jatah Elpiji 3 Kg

28
Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) memastikan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan mendatang, tidak ada gejolak yang berarti dan inflasi dalam kondisi aman. Kendati demikian, bank sentral ini masih mewaspadai pengaruh dari pengurangan jatah elpiji 3 kg.

Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Renon, Jumat (15.9) kemarin mengatakan, terkait kesiapan Galungan dan Kuningan BI sudah mengadakan pertemuan dengan stakeholder terkait seperti Pertamina, Bulog, BMKG, Disperindag dan lainnya untuk membahas tentang antisipasi inflasi. Hasilnya BPS pada rapat tersebut mengatakan secara histori itu tidak ada gejolak inflasi.

“Itu berarti BI bisa memprediksi inflasi akan aman. Tetapi yang perlu diantisipasi adalah elpiji dari Pertamina karena kuotanya mulai ada penyesuaian,” katanya.

Terkait hal tersebut, Sales Executive Elpiji Pertamina, Rainier Axel Gultom menyampaikan untuk wilayah Bali sudah ada surat dari Dirjen Migas Pusat yang menginformasikan terjadi revisi untuk kuota elpiji 3 kg. Kuota elpiji 3 kg dari sebelumnya 170.000 metrik ton per tahun kini mengalami pengurangan 25 persen menjadi 134.000 metrik ton per tahun. Ia tidak mengetahui secara pasti penyebab pengurangan subsidi tersebut namun diprediksi karena penghitungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kami hanya mengatur dan menjalankan distribusi agar jangan sampai ada gejolak,” tegasnya sambil mengatakan ke depan kemungkinan tidak ada lagi elpiji 3 kg yang bersubsidi.

Bila mengacu pada kuota elpiji 3 kg yang telah disepakati, kata dia, sebenarnya sudah hampir habis untuk 2017. Sementara konsumsi masyarakat rata-rata 15.000 metrik ton per bulan.

Pihaknya mengakui, dari kondisi tersebut Pertamina dan Gubernur Bali sudah bersurat kepada Dirjen Migas Pusat memaparkan kondisi di Bali kalau terjadi pengurangan kuota.  (dik)