Tiga Pelabuhan di Bali Potensial Disinggahi Kapal Pesiar

26
KAPAL PESIAR - Wisatawan kapal pesiar yang akan melakukan kegiatan wisata di Bali. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Dalam menggaet wisatawan kapal pesiar (cruise), Bali memang harus mengoptimalkan potensi pelabuhan laut di Bali. Ketua INCCA Bali, IB. Surakusuma. Kamis (14/9) mengatakan, kapal pesiar memiliki tiga pilihan pelabuhan di Bali untuk disinggahi.

Ia mengungkapkan, dilihat fasilitas dermaga, kapal pesiar berpotensi melakukan lego jangkar di Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Tanah Ampo, dan Pelabuhan Celukan Bawang. Ini memberikan kesempatan kapal pesiar memilih lego jangkar di Bali Selatan dan Bali Utara.

Ia menjelaskan, pelabuhan manapun disinggahi, kapal pesiar wajib membayar biaya pemanfaatan fasilitas pelabuhan laut. Untuk menutupi biaya lego jangkar ini, kapal pesiar menawarkan paket tour bekerja sama dengan travel lokal.

Dipaparkannya, penawaran tour ini sudah dilakukan sebelum kapal pesiar lego jangkar. Hal ini akan memudahkan travel lokal menyediakan armada angkutan wisata.

Lebih lanjut dikatakannya, kapal pesiar ini lego jangkar di Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Tanah Ampo maupun Pelabuhan Celukan Bawang rata-rata satu hari terkecuali kapal pesiar yang memberikan layanan turn arround bisa menginap sehari. Kapal pesiar datang pagi hari selanjutnya lego jangkar 8-10 jam. Kapal pesiar ini akan kembali melanjutkan perjalanan sore hari.

Menurutnya, kapal pesiar bisa memilih merapat di Pelabuhan di Bali Selatan atau Bali Utara. Di Bali Utara, melalui Celukan Bawang, wisatawan kapal pesiar bisa mengunjungi Lovina, Bedugul, dan potensi daya tarik wisata di Bali Utara.

Berbeda halnya di Bali Selatan, melalui Pelabuhan Benoa, wisatawan kapal pesiar bisa mengunjungi daya tarik wisata di pusat Kota Denpasar termasuk sampai ke Ubud. Wisatawan kapal pesiar yang turun melalui Celukan Bawang akan tergesa-gesa jika memilih tour ke Ubud karena waktu tour wisatawan kapal pesiar cukup singkat. (kup)