Ritual Adat Sambut Delegasi ICNT di Puri Gianyar 

13
Ada photo kup-Delegasi ICNT menghadiri jamuan makan malam di Puri Gianyar, Rabu (13/9).

Gianyar (Bisnis Bali) – Di hari ketiga pelaksanaan konferensi internasional organisasi pelestarian warisan budaya se-dunia atau International Conference of National Trusts (ICNT), 200 delegasi dari 30 negara mendapat pengalaman unik. Tepatnya ketika mereka menghadiri jamuan makan malam di Puri Gianyar, Rabu (13/9). Disambut Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, sebelum memasuki areal utama puri, mereka mengikuti suatu ritual adat Natab Segehan Agung.

Ritual sebelum memasuki puri ini dimaksudkan agar aura negatif yang mengiringi para peserta tidak ikut memasuki puri. Para peserta yang notabene adalah orang asing terlihat antusias mengikuti ritual tersebut. Sambil mengikuti ritualnatab segehan agung, para peserta mendengarkan penjelasan tentang sejarah Puri Gianyar yang disampaikan oleh ketua Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Catrini Pratihari Kubontubuh.

Suasana sakral terasa dengan kepulan asap menyan dari pasepan di depan para peserta. Ritual penyambutan diakhiri dengan Bupati Agung Bharata dan para peserta melangkahi sesajen/segehan. Setelah itu, peserta disuguhi tarian Sapa Agung yang menunjukkan keklasikan melalui kostumnya.

Dipilihnya Puri Gianyar sebagai tempat mengadakan jamuan makan malam bagi peserta ICNT, selain karena merupakan kediaman Kepala Pemerintah Kabupaten Gianyar Bupati Agung Bharata, juga karena sejarahnya. Negara-negara peserta konferensi internasional ini adalah negara yang peduli pelestarian warisan budaya, sehingga Puri Gianyar merupakan pilihan tepat untuk jamuan makan malam. Para delegasi dunia terlihat menikmati suasana jamuan makan malam yang bernuansa zaman kerajaan tersebut. (ad 1.812)