Pemkab Buleleng Tindaklanjuti Perjanjian dengan Batan

24
Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-BATAN tentang Pemanfaatan Iptek Nuklir di Sektor Pertanian, Kesehatan dan Industri. (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Setelah melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pemanfaatan iptek nuklir untuk kesejahteraan masyarakat Buleleng antara Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST., dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, kini Pemkab Buleleng menindaklanjuti kerjasama tersebut dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-Batan tentang Pemanfaatan Iptek Nuklir di Sektor Pertanian, Kesehatan dan Industri.

Rapat Koordinasi Pembahasan Perjanjian Kerjasama ini diselenggarakan di Ruang Madya PAIR-Batan Jakarta.

Maksud dari pembahasan kerjasama ini, untuk menindaklanjuti pasal pelaksanaan kesepakatan bersama antara Batan dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng sesuai dengan ruang lingkup kesepakatan. Selain itu, rapat koordinasi ini juga membahas lingkup kerjasama dalam rangka finalisasi perjanjian kerjasama antara PAIR Batan dengan OPD lingkup Pemkab Buleleng pelaksana teknis kerjasama. Yang terakhir untuk mengetahui kebutuhan sarana, prasarana, dan anggaran terkait dukungan kebutuhan pelaksanaan teknis kerjasama.

OPD lingkup Pemkab Buleleng yang melakukan kerjasama ini antara lain Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan Tim Koordinasi Kerjasama Daerah Kabupaten Buleleng.

Rombongan Pemkab Buleleng ini dipimpin oleh Assisten Administrasi dan Pemerintahan, Made Arya Sukerta, S.H., dan diterima langsung Kepala PAIR-Batan, Drs. Totti Tjiptosumirat, M.RUR,SCI. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Kepala Assisten Administrasi dan Pemerintahan, Made Arya Sukerta, S.H., mengatakan, ada beberapa poin perjanjian yang dibahas. Poin tersebut di antaranya, penelitian dan pengembangan dan perkeyasaan iptek nuklir, pemasyarakatan dan diseminasi iptek nuklir serta hasil penelitian, pengembangan dan perekayasaan, penggunaan fasilitas penelitian dan faslitas lain yang dimiliki para pihak, dan penyediaan bantuan tenaga ahli/teknisi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka pemanfaatan iptek nuklir.

Arya Sukerta Juga menjelaskan, ada beberapa kebutuhan teknis dalam perjanjian kerjasama sesuai dengan hasil rapat Tim Koordinasi Kerjasama Daerah Kabupaten Buleleng  dengan SKPD Pelaksana teknis kerjasama. Di antaranya, bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan untuk Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng meliputi teknologi Varietas Bibit Unggul, Pengolahan pakan ternak, pengolahan hasil pangan, dan pemberantasan hama. Untuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang menangani bidang industri meliputi pemanfaatan teknologi pengawetan bahan baku industri seperti kayu, bambu, dan tekstil, dan teknologi pewarnaan industri tekstil. Sementara untuk Dinas Kesehatan yang menangani bidang kesehatan meliputi pemanfaatan teknologi dalam pengobatan, dan rekayasa genetika terhadap hewan epidemi pembawa wabah penyakit.

“Kami berharap ke depannya teknologi nuklir ini bisa membantu perkembangan pertanian di Buleleng. Bukan hanya untuk pertanian, tapi teknologi nuklir nantinya akan sangat membantu bidang Perindustrian dan Kesehatan di Buleleng,” harap Arya Sukerta.(ira)