Mikro Ekonomi Indonesia cenderung Memprihatinkan

33

Denpasar (Bisnis Bali) – Di balik pencapaian makro ekonomi nasional yang dalam kondisi baik belakangan ini, tak dibarengi dengan kondisi mikro ekonomi yang berjalan tak kondusif, bahkan cenderung memprihatinkan.

“Sepertinya ada euforia Bank Indonesia (BI) atas raihan kondisi makro ekonomi nasional dalam keadaan baik. Di sisi lain, kondisi mikro ekonomi bagaikan terkena kurang darah atau tidak bergairah. Saya berharap agar kondisi mikro ekonomi ini disadari oleh BI untuk dicarikan solusi,” tutur pengamat perbankan, IB Kade Perdana, Kamis (14/9) kemarin.

Harapannya, BI menyadari dan tidak mengabaikan bahwa kondisi mikro ekonomi yang terjadi saat ini. Apabila dibiarkan dan tidak segera diambil langkah drastis untuk penyehatannya dikhawatirkan ke depan akan bisa berbalik membuat kondisi makro ekonomi bisa terserang virus negatif yang justru ikut berkembang ke arah yang tidak kondusif.

Jelas mantan Dirut PT Bank Sinar tersebut, mikro ekonomi merupakan indikator keberhasilan terpenting untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan dan sekaligus mengurangi oligarki ekonomi sehingga bisa menghambat pencapaian pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah 5,4 persen pada 2017 ini.

Terkait hal tersebut, menurutnya, stimulus yang digelontorkan melalui kebijakan moneter tampak dosisnya belum memadai. Hal itu terlihat dari kebijakan yang digelontorkan tidak segera berdampak, sehingga tidak mendapat respons cepat dari para pelaku intermediasi, yaitu perbankan sebagai sistem moneter yang merupakan alat kebijakan moneter terdepan.  (man)