Buah Impor ”Meroket”, Buah Lokal Jadi Idola?

50
Beberapa buah impor yang dijual di pasaran. (wid) 

Beberapa minggu terakhir, buah impor di pasaran kian langka dan harganya meroket hingga 100 persen. Kenaikan harga buah ini tentu menuai keluhan dari masyarakat yang bergantung pada buah impor, termasuk pula pedagang yang mengeluhkan langkanya pasokan, sehingga penjualan pun menurun. Di tengah kondisi tersebut, akankah memberi peluang terhadap buah lokal?

KENAIKAN buah impor terutama lemon yang saat ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan tentu menjadi suatu hal sangat berat bagi sebagaian masyarakat. Harga lemon yang sebelumnya hanya Rp 50.000 per kilogram naik menjadi Rp 100.000 per kilogram. Tidak hanya lemon, jenis buah impor lainnya juga mengalami kenaikan, seperti jeruk sankist yang sebelumnya Rp 30.000 per kilogram naik menjadi Rp 50.000 per kilogram, apel fuji yang sebelumnya Rp 25.000 per kilogram naik menjadi Rp 50.000 per kilogram dan sebagainya.

Salah seorang pedagang buah di Pasar Badung Cokroaminoto, Ayu, saat ditemui Kamis (14/9) kemarin mengaku sangat menyayangkan kondisi ini ketika permintaan buah impor terutama lemon cukup banyak. “Untungnya saat ini tidak bertepatan dengan hari raya, sehingga permintaan pun masih bisa dilayani, di tengah langkanya buah impor ini. Hanya permintaan lemon yang kami biasanya mampu menjual hingga 10 dus per hari tidak diimbangi dengan kedatangannya yang hanya datang 30 dus setiap 2 minggu,” katanya

Ditanya soal penjualan buah lokal, dia mengatakan, saat ini masyarakat memang telah mulai menggunakan buah lokal, terutama untuk sarana upakara. Dia menjelaskan, permintaan buah lokal hampir setara dengan buah impor. Saat ini pun, dikatakannya, pasokan terpenuhi dan harga relatif stabil. Namun buah impor juga masih menjadi pilihan sebagian masyarakat terutama perusahaan restoran ataupun hotel.

Dikonfimasi soal kelangkaan buah impor di pasaran, Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK), I Putu Armaya, S.H. mengatakan, terkait hal tersebut yang mungkin ada regulasi aturan terkait pengadaan buah impor, pihaknya mengakui tidak akan turut campur. Dia mengatakan, pihaknya juga menggalakkan penggunaan buah lokal terutama untuk penggunaan upakara.

Buah impor hingga kini masih menjadi pilihan  oleh masyarakat, ketika buah lokal tidak ada karena sifat buah lokal yang musiman. Jika buah impor masih digunakan masyarakat, diharapkan ketersediaan ada sehingga harga tidak melambung, katanya.

Di tengah kebutuhan masyarakat akan buah impor dan jika pasokan tidak ada akan berpengaruh pada melambungnya harga buah, tentunya hal ini menimbulkan kerugian oleh masyarakat selaku konsumen. Dengan demikian diharapakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dipastikan ketersediaannya. (wid)