PENGEMBANGAN beras mentik susu di Kabupaten Tabanan merupakan program dari Bupati Tabanan, sebagai beras sehat yang akan disalurkan kepada para PNS.  Beras ini dikembangkan di Subak Gadung Sari, Desa Gadungan, Kabupaten Tabanan.

Made Tirtayasa, Kasubag Perencanaan Perusahaan Daerah Dharma Santika Kabupaten Tabanan menuturkan, budi daya beras mentik susu di Kabupaten Tabanan ini memang masih semiorganik, namun memang diharapkan dapat menuju organik. “Untuk proses budi daya, hampir sama dengan jenis beras unggul lainnya. Dengan umur 115-120 hari untuk sekali panen, berbeda dari jenis beras merah dan hitam yang mencapai 6 bulan,” terangnya.

Proses pemeliharaan dan pengolahan lahan sebelum memulai budi daya tidak ada bedanya dengan beras pada umumnya. “Untuk produktivitas beras mentik susu berkisar 6-7 ton per hektar gabah kering giling. Kalau sudah jadi beras, itu rendemennya sekitar 50% jadi sekitar 3,5 ton,” tukasnya.

Beras mentik susu memiliki keunggulan dari segi manfaat bagi kesehatan, selain itu juga tanpa pemutih, tanpa pelicin, tanpa pewangi dan tidak berbau apek. Untuk pengembangan beras komoditas mentik susu ini sebenarnya sangat prospektif, karena memiliki banyak keunggulan tersebut.

“Beras mentik susu sepintas sangat mirip ketan atau mirip sekali dengan jenis padi yang masih muda saat dipanen. Beras mentik susu jika dimasak jauh lebih pulen dibandingkan dengan beras jenis lainnya,” tuturnya. (pur)