Tabanan (Bisnis Bali) – Keripik belut produksi  Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Taman Griya  Kabupaten Tabanan akhirnya berhasil mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk produk keripik belut. Sebelumnya proses pengurusan untuk memenuhi syarat tersebut dilewati hingga lebih setahun lamanya.

“Keripik belut produksi dari Poklahsar Taman Griya  Tabanan, menjadi satu-satunya produk keripik belut di Indonesia yang telah memiliki sertifikat SNI,” tutur Sekretaris Utama BSN, Dr. Ir. Puji Winarni, M.Si saat melakukan kunjungan dan supervisi di Poklahsar Taman Griya di Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan, belum lama ini.

Ia menerangkan, sertifikat SNI keripik belut Poklahsar Taman Griya yang telah diraih tersebut agar bisa tetap dipertahankan, terkait itu pihaknya akan melakukan pendampingan selama tiga tahun. Imbuhnya, secara nasional, saat ini ada ribuan produk keripik belut yang diproduksi di berbagai daerah di Indonesia, namun hanya produksi dari Poklahsar Taman Griya yang mengantongi SNI.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan, Made Subagia mengungkapkan, selain keripik belut, ke depan pihaknya juga akan kembali memfasilitasi pengurusan sertifikat SNI untuk produk perikanan Poklahsar Taman Griya lainnya berupa ladrang lele yang populer disebut ladrang cat fish.

Katanya,  selama ini pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap Poklahsar Taman Griya, termasuk melakukan pembinaan mutu. Paparnya, selama ini secara umum Kabupaten Tabanan memiliki banyak pelaku industri rumah tangga yang memiliki nilai jual tinggi.

Sayangnya, pihaknya masih kesusahan mendorong pelaku usaha tersebut  untuk mendapatkan sertifikat SNI. Kendalanya adalah, terkait dana untuk bisa mendapatkan sertifikat SNI.

“Selama ini segala persyaratan yang dibutuhkan terkait SNI harus ditanggung pelaku usaha secara swadaya dan jumlahnya tidaklah kecil, sehingga ini jadi kendala tersendiri,” ujarnya. (man)