Tabanan (Bisnis Bali) – Transaksi gadai dan permintaan top up (kompensasi penambahan pinjaman) nasabah di kalangan lembaga keuangan nonbank (LKNB) kian menggeliat. Kondisi tersebut sebagai dampak dari menguatnya harga emas internasional yang mengalami lonjakan cukup signifikan belakangan ini.

“Belakangan ini ada kecenderungan harga emas di pasaran naik. Kondisi tersebut juga berpengaruh pada taksiran jasa gadai yang menilai lebih mahal harag emas nasabah dari sebelumnya, karena kami juga menyesuaikan harga di pasaran,” tutur Kepala Pegadaian Cabang Tabanan, Gusti Nyoman Arka di Tabanan, Rabu (13/9) kemarin.

Ia menerangkan, sejak awal September lalu harga emas mengalami kecenderungan penguatan, bahkan lonjakan sudah terjadi tiga kali hingga saat ini. Paparnya, itu kemudian juga berpengaruh pada nilai taksir maupun nilai investasi emas di Pegadaian yang mengalami peningkatan, yakni untuk nilai gadai yang awalnya sudah naik menajadi Rp 508 ribu per gram, mengalami lonjakan menjadi Rp 518 ribu per gram dan terakhir naik kembali bercokol di level  Rp 528 ribu per gram.

Jelas Arka, lonjakan harga emas tidak dipungkiri dimanfaatkan oleh sejumlah nasabah untuk mendapatkan dana lebih dari jasa gadai perhiasan emas. Itu tercermin juga dari adanya peningkatan jasa gadai dan top up mencapai 10 persen dari biasanya. Selain momen lonjakan harga emas, pihaknya juga memberikan program apresiasi kepada nasabah bagi yang melakukan top up senilai di bawah Rp 500 ribu dengan pemberian pulsa gratis Rp 20 ribu, begitu juga bagi nasabah yang melakukan top up di atas Rp 500 ribu dengan pulsa gratis senial Rp 30 ribu.(man)