Terbebani Sampah 195 Ton per Bulan Pemkab Tabanan Dorong Pertumbuhan Bank Sampah

16
Pendampingan bank sampah di banjar Wanasari Baleran oleh PKW Universitas Mahasaraswati.  (man)

 Tabanan (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong pertumbuhan bank-bank sampah yang mulai marak berkembang di daerah lumbung pangan belakangan ini. Kondisi tersebut sejalan dengan upaya dari pemerintah daerah guna mengurangi beban volume sampah di Kabupaten Tabanan yang rata-rata mencapai 195 ton per bulan.

“Kami terus mendorong pertumbuhan bank sampah di masyarakat. Terutama edukasi untuk pemilahan sampah yang paling penting, sehingga itu akan bisa mengurangi beban volume sampah yang ada, jumlahnya cukup besar dan bahkan semakin besar ketika ada mome hari raya keagamaan,” tutur Kepala DLH Kabupaten Tabanan, Ir., AA., Ngurah Raka Icwara, Selasa (12/9).

Akuinya, selama ini memang dari sejumlah bank-bank sampah yang berkembang di masyarakat belum signifikan berkontribusi untuk mengurangi volume beban sampah yang ada, karena prediksinya masih di kisaran 10-30 persen. Namun, pihaknya bertekad ke depannya keberadaan bank sampah ini makin banyak bermunculan, sehingga bisa berdampak pada angka yang besar juga dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Makin banyak bank sampah, tentunya akan mengurangi beban sampah yang masuk ke TPS. Sebab, untuk jenis sampah anorganik (plastik) akan dialihkan ke sejumlah pengepul untuk di daur ulang,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Program Kemitraan WIlayah (PKW) Universitas Mahasaraswati Denpasar, IB. Suradmaja, STMT., di sela-sela pendampingan program bank sampah di Banjar Wanasari Baleran Tabanan yang baru terbentuk mengungkapkan, program bank sampah di Banjar Wanasari atau Dhana Kanti Lestari direspons baik oleh masyarakat setempat. Sebab akuinya, pada dasarnya mereka (masyarakat) telah secara sadar untuk mengumpulkan dan memilah sampah pelastik, namun belum mengatahui sampah tersebut akan dibawa kemana untuk bisa lebih memberi pendapatan lebih dari sisi ekonomi.

Bercermin dari itu pula, rencananya mendatang akan disambungkan dengan pemerintah untuk membuat tempat penampungan sementara, sehingga masyarakat bisa membawa sampah plastiknya tiap hari.

“Saat ini kami masih arahkan masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastiknya tiap sebulan sekali, dirangkaikan dengan kegiatan bersih-bersih di banjar setempat. Sebab memang masih belum ada tempat penampungan sementara dari program bank sampah ini,” tandasnya. (man)