Tawarkan Produk Variatif Kiat Pebisnis Pakaian Adat Gaet Konsumen

18

Denpasar (Bisnis Bali) –  Menjamurnya bisnis pakaian adat di kawasan Denpasar, menyebabkan persaingan semakin ketat dan harga jual produk kian kompetitif.

Menurut Ratnayu, salah seorang pengelola bisnis pakaian adat, di kawasan Denpasar, Selasa (12/9), pihaknya hanya bisa bertahan dengan kondisi pasar dan persaingan yang kian ketat saat ini dan berusaha menyediakan produk yang lebih variatif dan up to date agar dilirik pasar.

Guna mengatasi persaingan ini, pihaknya berusaha menyediakan produk yang variatif, agar konsumen banyak pilihan. ‘’Dengan beragamnya pilihan ini, konsumen akan mendapat banyak pilihan motif dan varian, yakni konsumen tidak hanya bisa membeli pakaian adat untuk wanita saja, melainkan bisa membeli pakaian pria juga serta aksesorinya. Termasuk pakaian adat untuk anak-anak,’’ jelasnya.

Selain itu, segmen pasar yang dituju di butiknya ini, kini tak hanya kalangan ekonomi atas dengan cara menerima pesanan desain dan motif pakaian adat terbaru. Namun juga melayani kalangan masyarakat pada umumnya, dengan menyediakan produk dengan harga terjangkau, yakni mulai Rp 75.000 per pcs.

Untuk memudahkan konsumen mencari perlengkapan lainnya, pihaknya juga menyediakan berbagai jenis kain bawahan, selendang dan destar. Jenisnya kainnya seperti sutra, endek, songket jumputan, hingga kain batik.

Hal senada diungkapkan Sutiari, salah seorang pengelola butik pakaian adat lainnya.

“Dalam menghadapi persaingan pasar yang makin ketat ini, kami berusaha untuk meningkatkan varian produk, termasuk kain bawahan, dan aksesori lainnya,’’ ujarnya.(aya)