Denpasar (Bisnis Bali)- Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD ) Provinsi Bali, menggelar rapat koordinasi pimpinan untuk membahas rencana kerja masing-masing bidang, sebagai tindak lanjut dari  Musyawarah Daerah yang digelar beberapa waktu lalu. Rapat koordinasi ini merupakan rapat perdana bagi pengurus baru  periode 2017-2022 yang baru dilantik.

Ketua BKS LPD Provinsi Bali , Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si, yang kembali terpilih untuk memimpin organisasi tersebut untuk periode lima tahun kedepan 2017-2022 mengatakan, rapat koordinasi kali ini membahas rencana kerja jangka pendek terlebih dahulu yaitu, 2017 ini yang masih tersisa empat bulan saja. Tiap-tiap bidang seperti bidang kerohanian, bidang sosial, bantuan hukum, bidang pelatihan dan bidang lainnya untuk membuat rancangan kerja jangka pendeknya dan anggaran yang dibutuhkan.

Selain itu, rapat koordinasi yang dihadiri 27 orang pengurus BKS LPD kabupaten kota se-Bali ini juga membahas tentang dana pemberdayaan, yang hingga saat ini telah terkumpul Rp 20 miliar lebih. “Sesuai dengan Perda yang baru, yaitu Perda 3/2017 dan Pergub 44/2017 tentang LPD, BKS mendapatkan 20 persen dari 5 persen keseluruhan yang dikumpul LPD seluruh Bali. Nah dana 20 persen tersebut juga kami distribusikan ke Kabupaten/Kota seluruh Bali dengan acuan rapat kerja tahun lalu,” tuturnya. Dengan demikian BKS LPD Bali memperoleh dana Rp 4 miliar lebih, sedangkan Kabupaten Gianyar memperoleh Rp 213 juta lebih, Denpasar Rp 168 juta lebih, Buleleng Rp 181 juta lebih, Jembrana Rp 131 juta lebih, Tabanan Rp 156 juta lebih, Bangli memperoleh Rp 144 juta lebih, Klungkung Rp142 juta lebih, Karangasem Rp 143 juta lebih dan Badung Rp 125 juta lebih. Hal tersebut yang dikomunikasikan kepada pengurus kabupaten/kota, sehingga diketahui dan dapat digunakan sebagai dana operasional kegiatan di kabupaten/kota.

Rapat koordinasi juga membahas rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, guna memeriahkan HUT LPD Bali ke-33, yang puncaknya akan dilaksanakan November mendatang. “Puncak HUT sudah disepakati oleh teman-teman akan dilaksanakan di Kabupaten Gianyar. Untuk itu kami akan melakukan persiapan awal, tentunya dengan konsep Tri Hita Karana dan kegiatan – kegiatan sosial lainnya,” tandasnya.

Untuk memperkuat LPD di Bali, pihaknya juga memaparkan sudah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak atau mitra kerja. “Kami di BKS LPD diwajibkan untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, untuk meningkatkan kinerja LPD seluruh Bali,” ucapnya. Untuk saat ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan BPD Bali, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,  Jamkrida Bali Mandara, Asuransi Jiwa Seraya, Sitampan, dan sejumlah mitra lainnya. Dengan harapan dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak, terutama untuk kemajuan LPD kedepannya.

“Saya juga ingin mensosialisasikan bahwa BKS LPD Bali telah memiliki kantor, meskipun masih ngontrak yang terletak di Jalan Kusuma Dewa 1 No. 8, Ubung Denpasar. Dengan kantor baru  ini dapat mempermudah koordinasi, karena selama ini rapat – rapat digelar di hotel,” tukasnya. Untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi LPD seluruh Bali, sehingga kemajuan LPD dapat ditingkatkan sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, memajukan seni, adat dan budaya yang berlandaskan Agama Hindu. (pur)