BPR Dituntut Lebih Inovatif

29
Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali, Gusti Ngurah Gede Budiawan, S.E., M.M

Mangupura (Bisnis Bali) – Bank perkreditan rakyat (BPR) makin terhimpit dengan lembaga keuangan perbankan dan lembaga keuangan mikro yang sama-sama menggarap sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali, Gusti Ngurah Gede Budiawan, S.E., M.M., Senin (11/9) mengatakan, BPR dituntut melakukan langkah lebih inovatif untuk eksis dalam persaingan antar-lembaga keuangan.

Ia mengungkapkan, kondisi BPR makin terhimpit ketika bank umum menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 9 persen. BPR akan makin terhimpit ketika pemerintah merencanakan penyaluran  kredit ultra mikro antara lain melalui Pegadaian dan PNM.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi (TI) mendorong munculnya perusahaan keuangan financial technology (fintech). Menjamurnya perusahaan keuangan fintech yang semuanya menyentuh sektor mikro yg menjadi pasar BPR.

Direktur Utama BPR Adiarta ini memaparkan, menghadapi himpitan persaingan yang makin ketat, industri BPR harus cerdas. BPR dituntut mampu mengemas produk yang lebih inovatif.

Lebih lanjut dikatakannya, BPR juga dituntut inovatif dalam pengembangan usaha. Pengelola BPR dituntut mampu melakukan inovasi dalam pemasaran produk. (kup)