Pertanian Penyangga Pariwisata Bali

30
PENYANGGA - Alam di Bali Utara dikembangkan untuk penyangga pariwisata Bali. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Bali Selatan dengan kluster 1 mewilayahi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) menampilkan budaya yang kuat. Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya, Jumat (8/9) mengatakan, potensi alam, pertanian di Bangli, Buleleng, Karangasem dan Jembrana akan menjadi kekuatan penyangga pariwisata Bali.

Ia mengungkapkan, budaya di Bali Selatan memang memiliki keunggulan. Budaya ini berkembang dan patut disyukuri. Peningkatan kualitas budaya di Bali Selatan makin diperkuat.

Ia menjelaskan, pada saat yang sama kekuatan agriculture di kluster 2 meliputi Jembrana, Buleleng, Bangli dan Karangsem akan menjadi penyangga pariwisata Bali. Pertanian di Bali Utara tidak kalah menariknya.

Ia mencontohkan bagaimana melihat potensi sayur mayur, buah-buahan, bunga, dikembangkan seperti daerah pengunungan Bangli, atau Buleleng. Hal ini merupakan potensi baru yang perlu terus dikembangkan.

Melalui pengembangan tanaman anggur, memungkinkan petani membuat pabrik minuman anggur. Selama ini pariwisata Bali terlalu banyak mengimport anggur. Bali banyak membelanjakan devisa hanya untuk membeli wine. Semestinya kalau kita rajin menanam anggur, wine bisa diproduksi.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan produksi anggur ini bisa menjadi daya tarik wisata. Daya tarik pembuatan anggur ini bisa berkembang di kawasan Gerokgak Seririt. Semua petani pernah menanam anggur. Varietas anggur yang ditanan mesti divariasikan, cara penanamannya harus benar dan dibantu para  ahli pertanian. “Dengan pengembangan varietas anggur terbaik, selanjutnya petani bisa mengolah anggur ini lebih lanjut,” katanya.

Ia melihat potensi Jembrana dengan burung jalak putih, dan Taman Nasional Bali Barat, merupakan potensi alam yang luar biasa. Hal ini bisa ditata menjadi pariwisata minat khusus seperti wisatawan bisa melihat burung jalak putih, orang melihat menjangan, orang menyelam di Pulau Menjangan. Orang melihat alam dan aktivitas marina tourism. (kup)