Menapak Usia Ke-31 PDAM Buleleng Hadapi Tantangan dengan Kerja Bersama

27

Singaraja (Bisnis Bali ) – Menapaki usianya yang ke-31, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng banyak program kerja dan target yang sudah mampu diwujudkan untuk kenyaman pelanggan setia PDAM. Capaian yang sudah mampu diraih hingga memasuki usianya yang sudah dikategorikan cukup matang ini tidak terlepas dari peran serta seluruh stakeholder dan masyarakat selaku pelanggan.

Menjelang puncak HUT ke-31 PDAM yang jatuh pada 10 September 2017 ini, direksi sudah melakukan berbagai kegiatan mulai dari persembahyangan bersama, mengadakan lomba – lomba bersama dengan keluarga besar PDAM seperti Lomba Tajog, Lomba Bakiak dan Lomba Gebug Bantal, bersih – bersih lingkungan, penanaman pohon yang bekerja sama dengan Dinas Perkimta, dan donor darah. Selain itu, serangkaian HUT PDAM juga dilaksanakan kegiatan sosial yakni Penyerahan Bantuan Sosial berupa 150 sak semen untuk pembangunan Pura Desa di kawasan Pengulon, Kunjungan Sosial ke sejumlah Panti Asuhan.

Sementara pada puncak HUT PDAM akan diawali dengan upacara bendera dilanjutkan dengan gathering serta penyerahan penghargaan kepada karyawan – karyawati yang memiliki masa kerja kurang lebih 10 hingga 20 tahun.

Direksi PDAM Buleleng, Made Lestariana dalam jumpa persnya di ruang pertemuan PDAM Buleleng, Jumat (8/9) mengungkapkan, sesuai dengan misi untuk menjadi PDAM terbaik di Indonesia yakni sehat dan mandiri.

Sesuai dengan tema HUT PDAM Buleleng kali ini yakni “PDAM Buleleng Kerja Bersama” memiliki makna selama 31 tahun mengabdi kepada masyarakat atas segala capaian yang telah di tunjukkan dan diraih oleh PDAM Buleleng serta dengan berbagai prestasi yang telah dicapai tentu semua atas hasil kerja bersama baik dari Direksi, Dewan Pengawas, karyawan, Bupati Buleleng, DPRD Buleleng bahkan hingga pelangganan dan rekananan.

Dalam kesempatan itu pihaknya mengajak seluruh stakeholder ke depan senantisa bekerja sama dalam rangka menjawab tantangan di dalam pelayanan air minum. “Semua memberikan kontribusi terhadap apa yang telah di capai PDAM Buleleng selama ini, jadi tidak semata – mata dari direksi saja semua karena kerja bersama,” ungkapnya.

Made Lestariana mengungkapkan,  di bidang pelayanan air minum di Kabupaten Buleleng pihaknya masih menghadapi dua tantangan dimana yang pertama adalah kondisi daripada sumber air yang dari waktu ke waktu debit air cenderung menurun khususnya yang berupa sumber air, kedua adalah kebutuhan air minum dewasa ini diakuinya cukup meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk.

Tentu dari tantangan itu pihaknya mengajak untuk kerja bersama dalam menjawab tantangan – tantangan dalam pelayanan di bidang air minum. “Sesuai dengan misi PDAM kami memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat serta meningkatkan dari pada kuantitas dan kualitas pelayanan,” jelasnya.

Namun menurutnya, di tengah tantangan yang ada pihaknya menegaskan dari sisi kuantitas air yang didistribusikan sudah cukup maksimal, debit air yang mengalir mencapai 709 per detik dengan jumlah pelanggan hingga Juli 2017 mencapai 46.776 pelanggan. Diakuinya debit air masih cukup karena berdasarkan asumsinya tiap air yang mengalir di mana 1 liter per  detik bisa untuk 80 pelanggan.

Selain itu, kualitas dari pada air yang didistribusikan selama ini sudah memenuhi Permenkes, bahkan air yang didistribusikan ada yang beberapa masuk kategori bisa langsung diminum,” tegasnya.  Sementara itu dari sisi kontinyunitas pelayanan pihaknya mengungkapkan air yang didistribusikan sudah sebagian besar 24 jam.

Terkait beberapa daerah yang belum mendapatkan pelayanan 24 jam, pihaknya menegaskan masih ada di beberapa daerah yang berada di dataran tinggi seperti di Busung Biu. “Akan tetapi secara keseluruhan rata – rata pelayanan 23,8 jam jadi sudah hampir 24 jam,” tutupnya.   (ira)