Ekonomi RI Rentan Kena Dampak Global

28

Denpasar (Bisnis Bali) – Ekonomi Indonesia sangat rentan terkena dampak terhadap isu global. Bercermin dari kondisi tersebut, pemerintah Indonesia harus melakukan tindakan antisipatif dalam upaya menjaga dan mengamankan perekonomian nasional, khususnya dalam menghadapi dampak pemberian sangsi ekonomi yang akan diberikan Amerika Serikat (AS) dan Inggris serta dunia internasional kepada Korea Utara.

Pengamat Perbankan, IB Kade Perdana, Jumat (8/9) kemarin mengungkapkan, bila embargo ekonomi terjadi pada Korea Utara tentu juga berpengaruh tidak kondusif terhadap perekonomian global. Tidak terkecuali dirasakan juga dampaknya pada perekonomian Indonesia, mengingat mitra dagang utama Korea Utara juga merupakan mitra dagang utama Indonesia seperti juga dengan Cina dan lainnya.

“Sebab itu, pemerintah Indonesia harus melakukan tindakan antisipatif agar tetap bisa aman serta mampu bertumbuh dengan baik setidak tidaknya bisa terjaga pertumbuhannya pada kisaran di atas lima persen,” tuturnya.

Di sisi lain, jelas Kade Perdana yang juga mantan Dirut PT Bank Sinar, harus diwaspadai juga terhadap ekspor komoditas Indonesia jangan sampai merosot. Begitu pula dengan harga minyak, apakah akan cenderung naik atau bahkan turun? Keduanya bisa berdampak positif dan negatif terhadap perekonomian nasional. Bercermin dari kondisi itu, katanya, perlu segera pemerintah mengambil kebijakan untuk mengantisipasi kondisi eskalasi yang meningkat dan situasi panas tersebut yang bisa menimbulkan situasi berupa terulangnya krisis ekonomi.

Sementara itu, adanya tes senjata nuklir oleh Korea Utara ini mendapat reaksi besar di pasar saham dan merupakan sentimen utama pasar global. Diakuinya, ini bisa saja menjadikan para pelaku pasar cenderung akan melakukan aksi jual dengan adanya situasi yang membuat ketakutan.  (man)