Bahan Kebaya kian Beragam, Bordiran masih Dilirik Pasar

73
Kebaya bordiran berbahan organdi (aya)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kendati bahan kebaya kian beragam dan mewah belakangan ini muncul di pasaran, tak serta merta menenggelamkan bahan kebaya yang sempat tren pada tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya, kebaya bordiran berbahan organdi.

Menurut Riska, salah seorang pemilik butik kebaya di kawasan Denpasar, Jumat (8/9), kebaya bordiran berbahan organdi pasarnya makin berpeluang. ‘’Selain tidak terlalu transparan, kebaya model ini juga nyaman dipakai, karena berbahan organdi,’’ ujarnya.

Lanjutnya, selama ini permintaan konsumen terhadap kebaya bordiran masih mendominasi dibandingkan kebaya jenis lainnya. Hal itu dikarenakan, jenis bahan yang digunakan untuk kebaya bordiran, selain organdi ada juga berbahan sutra dan katun yang dirasakan juga cukup nyaman serta enak, jika digunakan para pelanggannya. Di samping itu, konsumen yang memilih kebaya bordiran ini juga berasal dari segala kelas, baik menengah atas maupun bawah. ‘’Kebaya bordiran tak hanya digunakan saat hari raya saja, namun kini sudah banyak yang menggunakan kebaya bordiran untuk menghadiri acara tertentu seperti menghadiri undangan resepsi, wisuda dan lainnya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai harga, dikatakan, saat ini harga kebaya bordiran mulai Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu per pcs. ‘’Kebaya bordiran kami juga mengadopsi motif-motif  terbaru seperti jenis kerawang dan tribal yang cukup mampu menarik pasar,’’ tandasnya.

Hal senada diungkapkan Ni Putu Rina, salah seorang pemilik butik kebaya lainnya. ‘’Kami tak menyia-nyiakan peluang pasar yang ada, yakni segmen ekonomi menengah ke bawah yang kami nilai potensial, cukup mampu mendongkrak usaha kami dengan cara menyediakan kebaya bordiran,’’ ujarnya.

Lanjutnya, kini pihaknya tak hanya memasarkan kebaya prancis, semi prancis, hingga brokat, melainkan kebaya bordiran berbahan organdi juga ada dengan harga mulai ratusan ribu per pcs.

 “Rata-rata per hari, produk kami bisa laku 10-15 pcs. Jenis yang dibeli mulai dari kebaya bordir, brokat juga kebaya lengan balon,’’ ungkapnya.

Ia menilai, kebaya akan tetap dibutuhkan konsumen karena bersentuhan dengan adat-istiadat. Karena itu, dia berkeinginan membuat produk kebaya terjangkau, tapi tetap mampu mengikuti tren, seperti kebaya bordiran ini.

‘’Kebaya bordiran motif krawang dan motif tribal cukup memperoleh respons positif dari wanita Bali,’’ jelasnya. (aya)