Turun 0,19 Persen, NTP Bali tetap Lampaui  Nasional

18
Turunnya harga sayur turut menyumbang penuran NTP Bali  (man)

Denpasar (Bisnis Bali) – Agustus 2017 Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali tercatat mengalami penurunan 0,19 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, atau dari 104,14, menjadi 103,94. Meski turun, NTP pulau dewata ini masih lebih besar dibandingkan dengan  NTP Nasional yang hanya mencapai 101,60 pada periode sama.

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Kamis (7/9) kemarin mengungkapkan, NTP  gabungan  secara  nasional  mencapai 101,60 yang  mengalami kenaikan 0,94  persen  dibandingkan  dengan  bulan  sebelumnya.  Secara  umum,  kenaikan tersebut  terjadi  karena  indeks  harga  yang  diterima  petani  (It)  nasional  mengalami  kenaikan 0,92  persen,  sedangkan  indeks  harga  yang  dibayar  petani  (Ib)  tercatat  mengalami  penurunan 0,02  persen.

“Bercermin dari kondisi tersebut, maka perkembangan NTP  Bali  masih  lebih besar dibandingkan dengan  NTP Nasional pad Agustus 2017 lalu,” tuturnya.

Jelas Adi, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term oftrade) dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang diperlukan petani untuk konsumsi rumahtangganya maupun untuk biaya produksi produk pertanian. Katanya, semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Paparnya, Agustus 2017 lalu sisi indeks yang diterima petani (It), tercatat mengalami penurunan 0,29 persen, dari 129,79 di bulan sebelumnya menjadi 129,41. Sementara  itu  dari  sisi  indeks  yang  dibayar  petani  (Ib),  tercatat mengalami  penurunan  yang lebih  kecil, yaitu 0,10  persen,  dari 124,63 menjadi 124,50. Katanya, penurunan NTP Bali disebabkan karena dari lima subsektor pembentuk NTP, ada dua subsektor di antaranya tercatat mengalami penurunan.  (man)