Perlu Diperkuat, Aturan Cegah Perang Tarif Produk Pariwisata

24
PERSAINGAN – Harga produk pariwisata di Bali yang relatif masih murah, tidak terlepas dari ketatnya persaingan. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Harga produk pariwisata di Bali yang relatif masih murah, tentu tidak terlepas dari ketatnya persaingan. Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Putu Anom, Kamis (7/9) mengatakan, perlu aturan mengatur kegiatan bisnis pariwisata, sehingga perang tarif bisa ditekan.

Ia mengungkapkan, makin banyaknya produk sejenis yang ditawarkan para pengusaha kelas menengah ke bawah yang sebagian besar dilakoni pengusaha lokal. Para investor yang tergolong menengah ke atas yang sebagian besar pelakunya bukan orang lokal tentu sudah memiliki pangsa pasar tersendiri dengan menawarkan produk pariwisata dengan harga tinggi.

Ia menjelaskan, akomodasi dan produk wisata yang dimiliki investor kualitasnya jauh lebih baik. Permasalahan pada waktu masa low season (musim kunjungan wisatawan menurun) pengusaha menengah ke atas pun ikut menurunkan tarif.

Dipaparkannya, investor menjual produk di bawah tarif yang dipublikasikan tentunya mengalahkan pengusaha menengah ke bawah. Masalah-masalah penjualan produk wisata dengan tarif murah inilah yang harus dicarikan solusinya dari etika bisnis.

Menurutnya, seluruh kegiatan bisnis pariwisata harus diatur mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Perlu dipikirkan apakah memungkinkan ada pembentukan payung hukum yang baru,” katanya. (kup)