647 Warga Kurang Mampu di Buleleng Terima BSPS   

24
Penyerahan BSPS ini dilakukan di dua Kecamatan yakni Kecamatan Seririt dan Kecamatan Kubutambahan yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG.  (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada warga kurang mampu yang ada di Kabupten Buleleng. Ada sebanyak 674 warga kurang mampu dari 9 desa dan kelurahan di Buleleng yang mendapatkan bantuan tersebut.  Dibandingkan dengan kabupaten lain di Bali, Buleleng merupakan daerah yang paling banyak mendapatkan bantuan BSPS tersebut.

Penyerahan BSPS ini dilakukan di dua kecamatan yakni Kecamatan Seririt dan Kecamatan Kubutambahan yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Untuk Kecamatan Seririt, penyerahan diselenggarakan di Balai Serbaguna Desa Lokapaksa dan untuk Kecamatan Kubutambahan diselenggarakan di Lapangan Besi Mejajar Desa Kubutambahan. Untuk kriteria penerima BSPS adalah warga yang kurang mampu dan hanya memiliki penghasilan kurang dari Rp 2,5 juta per bulan.

Kepala Dinas Perkimta Buleleng, Komang Surattini menjelaskan Pemkab Buleleng menguslukan BSPS ke Pemerintah Pusat setiap tahun. Tahun 2016 ada sebanyak 730 lebih warga Buleleng yang mendapatkan bantuan, dan tahun 2017 ini sebanyak 674 warga. Masing-masing warga penerima bantuan mendapatkan dana maksimal Rp.15 juta sesuai dengan kebutuhan. “Dana ini ditransfer ke rekening tabungan, jumlahnya maksimal Rp 15 juta, “ ujar Kadis Perkimta,  Komang Surattini.

Surattini menambahkan, dana bantuan tersebut tidak bisa dicairkan langsung oleh penerima bantuan namun warga penerima bantuan harus membuat kelompok kerja untuk melakukan pembelian material bangunan. Nantinya, pihak bank yang akan membayarkan langsung material bangunan tersebut kepada penyedianya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengakui alokasi  bantuan ini bersumber dari APBN tahun anggaran 2017. Wabup Sutjidra memaparkan, di Buleleng masih ada sisa sekitar 7.000 rumah yang tidak layak huni yang harus diberikan bantuan stimulan seperti ini. Ia mengatakan, Pemkab Buleleng menargetkan sampai 11.300 rumah yang akan diberi bantuan baik untuk pembangunan baru maupun untuk perbaikan.

“Mudah-mudahan ini bisa mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Buleleng. Bantuan ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kesehatan juga lebih terjamin. Dampaknya , produktivitas kerja juga akan meninggkat,” ujar Sutjidra.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Penyediaan Perumahan Priovinsi Bali, I Wayan Suardana, ST,MT mengatakan, Kabupaten Buleleng merupakan wilayah yang terbanyak mendapatkan bantuan dibandingkan dengan daerah lain di Bali.

Suardana mengatakan, Di Bali, ada 7 Kabupaten yang mendapatkan bantuan yang sama dari Kementerian PUPR. Bantuan ini merupakan bantuan dari Kementerian PUPR bertujuan membangkitkan prakarsa untuk warga agar bisa menempati rumah dengan rumah layak huni. “Mudah-mudahan tahun berikutnya bisa lebih banyak warga yang mendapatkan banguan ini,” ujar Suardana. (ira)