Peserta Diklat Diberikan Tambahan Praktik Lapangan

18
DIKLAT - Suasana diklat yang dilaksanakan salah satu lembaga diklat profesi. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Tenaga pengajar koperasi jasa keuangan (KJK) sangat tepat direkrut dari praktisi koperasi. Di Bali banyak pengurus atau pengelola koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam (KSP) yang sudah berpengalaman. Bahkan, sudah ada puluhan tahun menjadi pengelola KSP, tentu sudah kenyang dengan pengalaman.

Pemerhati koperasi, IB Udayana Putra, S.E.,M.M., Rabu (6/9) di Denpasar menegaskan, di Bali memang dibutuhkan tenaga pengajar di bidang koperasi cukup banyak. Dilihat dari data jumlah koperasi di Bali sudah hampir 5 ribu unit. Jika satu koperasi rata-rata mempekerjakan karyawan sebanyak minimal 5 orang, maka sudah ada 25 ribu orang yang menjadi sasaran tenaga pendidik. ”Sementara tenaga pengajar (Fasilitator) KJK di Bali baru ada di bawah 50 orang. Bagaimana untuk memaksimalkan keahlian pengelola koperasi, kalau tenaga pendidik saja masih kurang,” katanya.

Menurut Udayana Putra, di sisi lainnya sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi masih rendah. Itu artinya peluang fasilitator lebih besar. ”Tapi saya sangat berharap agar lembaga yang berwenang mencetak fasilitator benar-benar mengutamakan kualitas. Seorang pengajar yang berkualitas akan melahirkan anak didik yang berkualitas juga,” tegasnya.

Sementara itu, ‎Asesor KJK sekaligus Kepala Bidang Bina Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra, S.E., M.M., menyebutkan, tenaga Fasilitator memang lebih tepat dari praktisi. Selain mampu memberikan pengalaman sebagai pengelola koperasi, juga dapat memberikan praktek langsung. Artinya jika anak didiknya perlu mendapatkan penyelesaian masalah langsung, maka Fasilitator dapat mengajak praktik di koperasi yang dikelolanya. ”Itulah kelebihan jika tenaga pendidik dari praktisi. Seorang yang dapat mengajar pengelola koperasi harus mengantongi sertifikat fasilitator. Jabatan fasilitator harus menjadi peserta diklat uji kompetensi. Jika lulus baru bisa menyandang gelar fasilitator dan dapat mengajar di KJK,” katanya. (sta)