Denpasar (Bisnis Bali) – Tim gabungan dari unsur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar, Kantor Imigrasi, TNI dan Polri, serta dinas terkait lainnya, telah rutin melakukan inspeksi mendadak terhadap warga negara asing (WNA) di wilayah Kota Denpasar.

Kali ini tim gabungan menyasar sekolah-sekolah yang mengunakan tenaga kerja asing (TKA) sebagai pengajar. Hal tersebut disampaikan Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan, I Gusti Ngurah Arisudana, saat melakukan sidak di Sekolah Chis, Desa Pamogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (6/9).

Lebih lanjut Arisudana mengatakan, langkah inspeksi mendadak (sidak) terhadap WNA guna menertibkan dokumen mereka sebagai persyaratan untuk tinggal di Denpasar termasuk juga bagi sekolah yang menggunakan tenaga orang asing. Sidak yang dilakukan kali ini, menurut Arisudana, selain mencocokkan tempat tinggal sesuai dengan Kitas juga untuk mengecek Visa yang dimiliki oleh WNA.

Dengan adanya pengawasan Pemkot Denpasar, diharapkan makin meningkatkan kesadaran WNA untuk melengkapi diri dengan dokumen untuk kenyamanan mereka tinggal di Bali.

“Kami bersama tim gabungan turun ke lapangan guna melakukan pengecekan dokumen bagi WNA yang tinggal di Denpasar dan sekolah yang menggunakan tenaga asing,” ujar Arisudana.

Di sekolah Chis sendiri, dari 80 guru yang mengajar 10 orang merupakan tenaga pengajar asing. Dari hasil pantauan Tim semua guru asing yang mengajar di sekolah tersebut telah memiliki perlengkapan administrasi sesuai persyaratan mengajar di Kota Denpasar. Meski mengajar di Kota Denpasar banyak guru asing tersebut tinggal di luar Kota Denpasar.

Setelah melakukan pengawasan ke sekolah Chis, Tim melanjutkan sidak ke Universal School yang masing berada di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan. Meski merupakan sekolah berbahasa asing namun tidak menggunakan tenaga asing.

“Melalui sidak ini kami berharap semua sekolah yang menggunakan tenaga asing agar melengkapi semua administrasi untuk persyaratan tinggal di Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut Arisudana menambahkan, sidak rutin yang dilakukan tim gabungan ini bukan untuk melarang tenaga kerja asing di Kota Denpasar, melainkan untuk memberikan kenyamanan bagi mereka. Untuk itu, Ia mengimbau semua WNA yang ada di Kota Denpasar agar segera melapor diri ke lingkungan dan kepala desa/lurah setempat meski telah memiliki izin tinggal.

Kepala Sekolah Chis, Maria Hari Suyanti mengaku semua tenaga asing yang mengajar di sekolahnya telah melengkapi dengan surat-surat yang dibutuhkan. Menurutnya, kegiatan sidak ini merupakan hal yang bagus untuk memberikan kenyamanan bagi WNA itu sendiri. (sta)