Ciptakan Daya Beli Perlu Gebrakan Radikal Dalam Kebijakan Fiskal dan Moneter

32

Denpasar (Bisnis Bali) – Pemerintah didesak untuk bersikap yang lebih radikal (tak monoton) dalam membuat kebijakan fisikal dan moneter, dalam kaitannya untuk menciptakan daya beli dalam situasi dan kondisi perekonomian nasional yang cenderung stagnan belakangan ini. Kondisi tersebut sekaligus sebagai antisipasi gejolak pasar global yang cenderung mengkhawatirkan.

“Pemerintah harus berani melakukan perubahan yang radikal dan out of the box, baik berupa stimulus fiskal maupun moneter yang langsung bisa menggigit dan berdampak kondusif  berketahanan terhadap daya beli masyarakat,” tutur pengamat perbankan, IB Kade Perdana, Rabu (6/9) kemarin.

Menurutnya, gebrakan tersebut sekaligus dalam upaya pemerintah untuk bisa berkemampuan menggali, mendorong, mengalokasikan dan mendaya gunakan dengan cepat, serta produktif terhadap kekayaan sumber daya yang berlimpah sehingga perekonomian mampu berakselerasi bergerak secara total kearah pertumbuhan yang lebih fantastis. Imbuhnya, dengan kebijakan fiskal dan moneter yang berubah drastis diharapkan menjadi terapi kejut yang bisa membangkitkan produktivitas dan kekuatan daya beli masyarakat secara maksimal.

Bercermin dari kondisi tersebut harus bisa dijamin kebijaksanaan fiskal yang digelontorkan pemerintah terealisasikan pada sasaran yang tepat, efisien, efektif dan produktif. Jelas Kade Perdana yang juga Ketua Wakil Umum Kadin Bali Bidang Fisikal dan Moneter, terkait itu perlu diikuti oleh prosedur yang sesederhana mungkin dan aturan yang mudah. Di sisi lain, katanya, pemerintah juga harus mampu dengan kebijaksanaan fiskalnya memaksa agar semua wajib pajak mau membayar kewajiban pajaknya, sehingga pemasukan dan penerimaan pajak benar-benar efektif tidak ada yang bisa lolos dari kewajiban dalam membayar pajak.

“Diperlukan adanya kebijakan stimulus pajak yang bisa menciptakan daya saing. Sebab, makin banyak investor yang mau menanamkan modal akan berdampak positif terhadap daya beli masyarakat,” ujarnya (man)