Siap Menjadi RS Sayang Ibu-Bayi dan Ramah Anak RSUD Badung Dinilai Lomba GRSSI-B Provinsi Bali

24
istGRSSI-B - RSUD Mangusada Badung mengikuti penilaian Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B)  tingkat Provinsi Bali tahun 2017, Selasa (5/9) di RSUD Mangusada.

Mangupura (Bisnis Bali) –  RSUD Mangusada Kabupaten Badung mengikuti penilaian Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B)  tingkat Provinsi Bali tahun 2017, Selasa (5/9) kemarin di RSUD Mangusada. Kedatangan Tim Provinsi yang dipimpin dr. Ni Made Laksmiwati disambut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekkab Badung I Wayan Adi Arnawa, Ketua Komisi IV DPRD Badung AA Nadi Putra, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta beserta Wakil Ketua TP PKK Badung Ny. Kristiani Suiasa, Ketua Gatriwara Ny. Ayu Parwata, Direktur RSUD Mangusada dr. Nyoman Gunarta beserta jajaran RSUD Mangusada.
Dirut RSUD Mangusada dr. Nyoman Gunarta telah berkomitmen untuk menjadi rumah sakit sayang ibu dan bayi serta ramah anak. Untuk mendukung komitmen tersebut, hingga saat ini RSUD Mangusada telah didukung oleh layanan yang komprehensif baik dari segi SDM maupun ruangan perawatan yang cukup memadai. “SDM dari tenaga kesehatan yang melayani kesehatan ibu dan bayi sudah sesuai dengan standar yang diharapkan. Ruangan juga cukup layak, ada poliklinik ramah anak, ruang tumbuh kembang anak, kamar bersalin yang bagus serta ruang ICU cukup bagus. Dari SDM dan ruang pendukung cukup bagus,” terangnya. Ditambahkan Gunarta, ke depan pihaknya ingin menambahkan ruangan yang betul-betul bagus untuk perawatan anak yang disebut ruang ramah anak.
Wabup Suiasa menjelaskan, telah menjadi komitmen Pemkab Badung menjadikan bidang kesehatan menjadi saoah satu skala prioritas pembangunan di Badung. Melalui politik anggaran, Pemkab Badung terus berupaya mendukung bidang kesehatan dengan anggaran tidak kurang dari 10 persen dan pernah mencapai 14 persen. Sementara untuk memenuhi kecukupan infrastruktur kesehatan yang memenuhi standar, Pemkab Badung telah berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas pembantu dan puskesmas induk di masing-masing kecamatan hingga di RSUD ini. Untuk puskesmas pembantu di tingkat desa, di Badung telah ada 54 puskesmas dan puskesmas induk di kecamatan ada 13 puskesmas. Pada 2017 ini akan ditambah pembangunan puskesmas induk 2 unit di Kecamatan Petang dan Kuta Selatan. “Dari 13 puskesmas induk ini layanannya sifatnya 24 jam, dan tiga di antaranya memiliki layanan rawat inap. Nanti yang lagi dua ini, sifatnya layanan 24 jam sekaligus rawat inap,” jelasnya. Khusus untuk RSUD Mangusada, ke depan akan dilakukan renovasi tiga unit gedung yaitu gedung D, F dan G, saat ini sudah selesai pembuatan DED-nya. Masuk tahun anggaran 2018 akan mulai dilakukan pembangunan dan ditarget selesai 2020. Dari segi layanan, juga akan ditingkatkan terutamanya dokter spesialis termasuk penanganan peningkatan layanan kanker juga akan diperluas dan SDM yang menangani akan diberi pendidikan.

Suiasa juga mengakui, yang menjadi salah satu keluhan masyarakat adalah ruang penitipan jenazah. Nanti akan dikembangkan dan disebut layanan rumah duka sehingga semua kebutuhan masyarakat Badung, dari konsep lahir, hidup dan mati akan disiapkan pelayanan secara prima. “Ke depan kita ini wujudkan pelayanan kesehatan yang prima untuk masyarakat Badung,” tambahnya.
Ketua Tim Penilai dr. Ni Made Laksmiwati, sangat mengapresiasi komitmen dari Pemerintah Kabupaten Badung dalam upaya mendukung dan meningkatkan sektor kesehatan. Hal ini dapat dilihat dari dukungan anggaran uang begitu besar yang diberikan untuk kesehatan baik untuk peningkatan infrastuktur kesehatan maupun SDM kesehatan. “Kami melihat dari sembilan kabupaten/kota, yang paling banyak punya SDM adalah di RSUD Badung. Ini menjadi hal yang positif dalam peningkatan layanan RSUD,” jelasnya.

Selain itu alat-alat kesehatan di Badung juga sudah cukup lengkap, seperti kamar operasi yang menjadi rujukan untuk para spesialis bedah dan dokter lainnya. Dengan dukungan yang begitu besar dari Pemkab Badung, diharapkan jajaran kesehatan yang ada di Badung mampu mengimplementasikan, mempunyai kemauan dan berkomitmen untuk bersama-sama membangun badung kedepan. “Kami ingin Badung menjadi role model, percontohan bidang kesehatan. Salah satunya dengan mengoptimalkan layanan primer yaitu perkuatan layanan di puskesmas,” tegasnya. (ad 1.763)