Denpasar (Bisnis Bali) – PLN Distribusi Bali mencantat jumlah pelanggan PLN hingga saat ini mencapai 1.304.195 yang terdiri atas pelanggan tarif sosial, tarif rumah tangga,  tarif bisnis,  tarif industri  dan tarif publik plus layanan khusus. Dari jumlah tersebut, pelanggan tarif rumah tangga menduduki posisi paling tinggi yang mencapai 1.060.069 atau setara dengan 81,28 persen.

General Manager PLN Distribusi Bali,  I Nyoman Suwarjoni Astawa, di Renon,  Selasa (5/9) kemarin mengatakan, pelanggan rumah tangga memang selalu menduduki posisi paling tertinggi dilihat dari kuantitas jumlah pelanggan. Dikatakannya, elektrifikasi di Bali saat ini mencapai 94,43 persen. “Kami targetkan 2018 atau paling lambat 2019 semester 1 bisa 100 persen rasio elektrifikasi,” ungkapnya.

Dijabarkannya kembali, pelanggan tarif bisnis menjadi jumlah pelanggan terbanyak kedua dari pelanggan PLN di Bali yang mencapai 157.726 pelanggan atau setara dengan 12, 09 persen. Selanjutnya pelanggan tarif publik dan layanan khusus 51.871 pelanggan atau setara dengan 3,98 persen, dilanjutkan dengan tarif sosial 33.430 pelanggan atau setara dengan 2,56 persen dan terakhir pelanggan dengan tarif industri yaitu 1.099 atau setara dengan 0,08 persen.

Dilihat dari wilayah, pelanggan terbanyak ada di Denpasar yaitu mencapai 315.491 pelanggan, dilanjutkan di Badung 233.770 pelangan, Singaraja 183.867 pelanggan, Gianyar 143.629 pelanggan, Tabanan 139.321 pelanggan, Karangasem 102.457 pelanggan, Negara 77.970 pelanggan, Bangli 54.187 pelanggan dan yang terakhir Klungkung 54.503 pelanggan.

Terkait elektrifikasi, dia mengatakan sudah semua desa dan dusun yang ada di Bali mendapatkan aliran listrik. Data yang menunjukkan baru 94,43 elektrifikasi di Bali tersebut dikatakannya ada beberapa hal yang mempengaruhi, seperti halnya adanya kilometer yang dipakai oleh beberapa kepala keluarga. “Namun kita akan telusuri lebih dalam lagi, yang akan kami lakukan segera. Jika memang membutuhkan perluasan jaringan, maka kami segera upayakan,” katanya. (wid)