BPR Jajaki Pola Kerja Sama dengan Fintech

116
 AUDIENSI - Suasana audensi dengan Direktur IKNB OJK saat penjajakan kerja sama BPR dengan salah satu perusahaan "fintech". (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Munculnya financial technology (fintech) sektor keuangan yang berbasis teknologi informasi, menuntut bank perkreditan rakyat (BPR) untuk berbenah. Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, Selasa (5/9) mengatakan, dengan menemui OJK Pusat, BPR menjajaki pola kerja sama kolaborasi dengan fintech, sehingga ke depan BPR bisa makin eksis.

Ia mengungkapkan, dampak dari perubahan zaman yang tercermin dari globalisasi dalam segala aspek kehidupan. Hal ini tidak terkecuali dengan sektor perbankan, juga kena dampaknya.

Ia menjelaskan, dampak yang dimaksud tidak selalu berkonotasi negatif. Pelaku perbankan perlu melihat segala dampak tersebut dari optimisme. Globalisasi dengan makin melesatnya perkembangan teknologi menyasar juga di sektor perbankan

Dipaparkannya, fintech sektor keuangan yang berbasis teknologi menuntut BPR untuk berbenah sesegera mungkin. BPR dituntut memperbaiki sektor TI-nya terutama pada sektor core banking system (CBS).

Lebih lanjut dikatakannya, jika bercermin kehadiran Grab Taxi, membuat kelimpungan para pengusaha Taxi lokal. Kondisi akan sama halnya kemungkinan terjadi pada BPR. Jika tidak segera diantisipasi, fintech jelas akan menjadi ancaman bagi BPR, sebagaimana halnya kehadiran Grab Taxi yang berbasis teknologi melalui jaringan ponsel.  Sama dengan fintech menyasar bisnis yang hampir sama dengan BPR.

Ketua Umum Ipro BPR ini melihat, keberadaan fintech menjadi ancaman terhadap keberlangsungan bisnis BPR. Setelah KUR retail maupun KUR mikro, dan juga fintech, BPR juga dihadapkan  regulasi dengan berbagai ketentuan yang harus dilaksanakan. Hal ini mengakibatkan gerak langkah bisnis BPR menjadi kurang lincah.

Menurutnya, BPR sebagaimana dalam Undang-Undang Perbankan adalah bank seperti misalnya bank umum namun yang perlu disadari bahwa BPR bukan miniatur bank umum. Bilamana BPR dijadikan miniatur bank umum tentu BPR lambat laun akan menjadi kurang lincah dalam melakukan aktivitas bisnisnya.  Lambat laun BPR akan makin tertelan sebagai akibat persaingan bisnis. Ini berdampak akan makin sedikit BPR yang mampu eksis dan bertahan hidup. (kup)