Tidak Ingin Ketinggalan Ketut Sarjana Optimis LPD Selat ’’Go Digital’’

38

Singaraja (Bisnis Bali) – Pada era teknologi yang sudah maju dan serba modern, banyak yang bisa dilakukan dalam mendukung pelayanan di lembaga keuangan seperti Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Lembaga keuangan milik masyarakat desa pakraman ini tentu turut berupaya semaksimal mungkin dalam menghadapi persaingan.

Seperti halnya penerapan program terbaru dari LPD yakni menuju LPD go digital, yakni sesuai data yang dimiliki PT Ussi hingga saat ini sudah 300 LPD yang telah menggunakan teknologi berbasis core ini. Sementara untuk go digital tercatat sekitar 44 LPD di seluruh Bali. Hal itu juga menjadi salah satu program yang ingin dicapai oleh sejumlah LPD di Kabupaten Buleleng. Salah satunya LPD Desa Adat Selat Pandan Banten Kecamatan Sukasada Buleleng.

Kepala LPD Desa Adat Selat Pandan Banten, Ketut Sarjana, S.E, ketika di wawancarai Bisnis Bali mengatakan, setelah memperingati hari bangkitnya LPD yang ke – 12 pada Minggu 27 Agustus 2017 lalu, tentu akan ada beberapa program yang ingin diterapkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat di desa pakraman.

Jika tahun ini LPD Selat sudah mampu menerapkan sistem core banking, kini pihaknya ingin menerapkan sistem go digital. “Masih ada program yang belum bisa kami terapkan di tahun ini yakni go digital.  Namun kedepan itu harus kami terapkan,  perlahan tapi pasti dan untuk itu masih penataan, kalau core banking sudah,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, go digital tentu harus menjadi salah satu program di dalam LPD. Bahkan pihaknya memprediksi dalam 5 tahun ke depan harus sudah menerapkan go digital. “Kabupaten yang lain sudah dan di Singaraja pastinya tidak ingin ketinggalan, kalaupun yang menjadi sample project baru beberapa LPD tetapi ke depan pastinya semua harus go digital,”ungk pnya.

Ketut Sarjana meyakini, penerapan go digital tentu akan mampu memberikan manfaat kepada LPD seperti kemudahaan dalam bertransaksi oleh nasabah dan lebih mudah dalam mengawasi transaksi keuangan.  Selain itu, controling atau pengawasan dari pada dana yang disimpan tentu lebih aman.  (ira)