Peluang Besar, Fasilitator Diklat KJK di Bali

32
DIKLAT - Kabid Bina Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Bali, I Gede Indra foto bersama dengan peserta diklat uji kompetensi fasilitator KJK dan pelaksana diklat. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Data per Juni 2017, jumlah koperasi di Bali sebanyak 4.982 unit. Dari jumlah tersebut, hampir semuanya bergerak di usaha simpan pinjam (koperasi jasa keuangan/KJK). Dari jumlah tersebut, menjadi peluang besar bagi tenaga fasilitator (pendidik) KJK. Sementara, fasilitator KJK di Bali sampai saat ini jumlahnya masih di bawah 50 orang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, S.H., M.H., dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Kelembagaan Koperasi (BLK), I Gede Indra, S.E., M.M., saat membuka Training of Trainer‎ Sertifikasi BNSP Skema Pelatihan Tatap Muka Metodologi dan Substansi Fasilitator KJK, Senin (4/9) di Quest Hotel Denpasar mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan LSP KJK Jakarta bekerja sama dengan LDP BaliCertif dengan peserta sebanyak 16 orang dari seluruh Bali dan luar Bali.

Menurut Gede Indra, perkembangan koperasi di Bali cukup bagus. Dari jumlah koperasi sebanyak 4.982 unit di seluruh Bali, ada 13 persen yang tidak aktif dan sebanyak 351 sudah diajukan ke Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk dibubarkan. Namun, sampai saat ini SK pembubarannya belum turun.

”Yang sangat membanggakan jumlah anggota koperasi di Bali sudah sampai 1.076.000 orang. Sementara jumlah penduduk Bali sekitar 4 juta. Kami prediksi jumlah penduduk Bali yang dewasa sekitar 2 jutaan jiwa. Sementara jumlah anggota koperasi lebih dari 1 juta atau 50 persen dari jumlah penduduk dewasa di Bali. Perkembangannya sangat bagus, tinggal gerakan koperasi lebih semangat untuk merekrut 1 juta anggota lagi, maka semua masyarakat masuk menjadi anggota,” kata Indra sambil menyebutkan, jumlah aset seluruh koperasi di Bali sebanyak Rp 11 triliun lebih.

Menurut Indra, masih banyak yang diperlukan dalam pengembangan unit usaha koperasi. Termasuk tenaga fasilitator/pendidik di KJK masih banyak kurang. Di Bali dengan jumlah koperasi yang cukup banyak, paling tidak diperlukan sampai raturan orang pengajar di KJK. Sementara, fasilitator yang sudah ada baru sekitar 40 orang. Maka itu, lanjut Indra, ke depan agar praktisi koperasi yang sudah memiliki pengalaman agar menjadi fasilitator KJK.

Sementara itu, perwakilan LSP KJK Jakarta, Mandala dan Wahyu Anindya menegaskan, dalam waktu dekat jumlah fasilitator di Bali akan bertambah lagi 16 orang. Dari penambahan jumlah tersebut, juga masih kurang. Oleh karena itu, dalam waktu dekat akan dilaksanakan lagi Diklat Uji Kompetensi Fasilitator dan pelaksanaannya akan diserahkan pada LDP BaliCertif. Hal ini untuk mendorong perkembangan koperasi di Bali.

”Ada dua jenis diklat dan uji kompetensi, yakni metodologi dan substansi. Diklat dan uji kompetensi selama satu minggu dengan materi motodelogi sebanyak 4 UK (menyusun program pelatihan, mendesain media pembelajaran, merencanakan penyajian materi pelatihan, melaksanakan pelatihan tatap muka) dan substansi sebanyak 11 UK (prinsip organisasi manajemen, pengendalian internal, motivasi, perencanaan strategis, menilai kesehatan, menganalisis program kerja dan anggaran kerja, kemitraan, negosiasi, presentasi, mengamankan aset dan infrastruktur,” jelas Wahyu Anindya. (sta)