Denpasar (Bisnis Bali) – Menjamurnya keberadaan warung cepat saji, saat ini menjadi pilihan kuliner sebagian masyarakat karena sifatnya yang praktis dan terjangkau. Hal ini pula yang membuat sebagian masyarakat tertarik untuk mengembangkan usaha tersebut.

Salah seorang pengusaha warung makan siap saji, I Made Artana, mengatakan, perkembangan warung makan yang menyediakan menu utama ayam goreng ini cukup pesat. Hingga saat ini jumlah  warung cepat saji dengan brand yang bekerjasama dengannya, sudah mencapai 60 outlet yang tersebar di seluruh Bali. “Kami mulai berdiri pada bulan april 2015, dan perkembangannya cukup siginifikan, yang saat ini sudah mencapai 60 outlet di seluruh Bali,” ungkapnya.

Dijelaskannya, perkembangan masing-masing cabang di berbagai daerah ini melalui kerjasama dengan masyarakat yang ingin membuka usaha sejenis dengan brand miliknya. “Mereka mempersiapkan tempat, dan karyawan. Sementara kebutuhan lainnya kami yang membantu mensuplainya terutama bahan makanan,” ungkapnya.

Dilihat perkembangan secara keseluruhan, dia mengatakan setiap daerah memiliki potensi masing-masing dan bergatung juga dengan musim hari raya. Seperti halnya momen lebaran lalu yang banyak pedagang Jawa mudik, sehingga penjualan makan cepat saji di warungnya meningkat dari hari-hari biasa. “Momen ramai ataupun sepi selalu ada, namun sampai saat ini masih terus berdiri,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari jumlah warung yang ada, jumlah paling banyak berada di wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Selain itu, dia mengatakan jika Gianyar juga mulai banyak permintaan untuk mengembangkan warung siap saji dengan brand yang dimilikinya. “Kalau di Gianyar warung makan siap saji sudah banyak, namun antusias masyarakat juga tinggi, sehingga brand warung kami masih prosfektif dikembangkan di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, selain harga yang terjangkau, kualitas makanan juga sangat dijaga. Makanan ini juga sangat praktis dan menjadi pavorit bagi sebagian masyarakat. Selain itu, keberadaan warung ini juga telah bisa untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan penggalian dana atau bazar hingga ke daerah-daerah. (wid)