Gelar Kite Festival, Pelangi Tabanan Tekankan Penilaian Layang-layang Adopsi Sistem “Knockdown”  

56
LOMBA - Panitia Kite Festival Tabanan memaparkan rencana pagelaran lomba layang-layang yang akan dilaksanakan pada 9-10 September mendatang. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Bercermin dari pengalaman lomba layang-layang yang riskan menimbulkan keluhan masyarakat terutama kemacetan lalu lintas, untuk itu Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi) Kabupaten Tabanan yang akan menggelar lomba layang-layang pada 9-10 September mendatang, menekankan penilaian layang-layang salah satunya memadukan teknologi yang berbasis layang-layang knockdown.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kite Festival yang juga Ketua Pelangi Tabanan, I Wayan Edy Nugraha Giri, disela-sela persiapan lomba di Tabanan, Senin (4/9).

Ia mengatakan, layang-layang yang ikut lomba Kite Festival Tabanan harus knockdown. Dengan begitu, diharapkan dapat menghindari kemacetan yang ditumbulkan. Selain itu, dalam proses penjurian, pihaknya menjamin akan dilakukan setransparan mungkin, karena pihaknya berharap melalui ajang tersebut bisa profesionalisme dan memunculkan layang-layang khas Tabanan yang jenisnya adalah layangan Pecukan.

“Pecukan ini khas Tabanan dan tidak ada dimiliki oleh kabupaten lain. Pecukan khas Tabanan ini seperti mata, dan terkait kegiatan Kite Festival nanti layang-layang pecukan ini akan khusus memperebutkan pila Bupati Tabanan,” katanya.

Menurut Edy, di luar piala bergilir tersebut, panitia Kite Festival Tabanan menyiapkan hadiah dengan total mencapai Rp 200 juta. Kategorinya meliputi di antaranya adalah layang-layang bebean dewasa dan remaja, dan layang-layang pecukan dewasa dan remaja.

Sambung Sekretaris Pelangi Tabanan, Putu Eka Nurcahyadi mengungkapkan, Kite Festival yang kali pertama ini akan di gelar di kawasan Tanah Lot, tepatnya di areal subak Gadon. Katanya, dari kegiatan yang diagagas oleh Pelangi Tabanan yang dibentuk pada 2016 lalu ini ingin ikut serta mengambil musim tahun ini, khususnya dalam kaitan menyelenggarakan lomba layang-layang yang sebelumnya telah digelar disejumlah kabupaten/kota di Bali.

“Kami ingin kegiatan ini melibatkan peserta terbanyak dari seluruh rangkaian kegiatan serupa yang sudah dilakukan disejumlah kabupaten/kota di Bali sebelumnya. Target kami hingga penutupan pendaftaran pada 7 Sepetember nanti bisa merangkul 1.800 peserta,” katanya. (man)