KACANG merah yang dikenal masyarakat Indonesia sebenarnya adalah biji buncis. Kacang merah biasa digunakan untuk campuran sayur lodeh, kacang merah juga bisa digunakan untuk sup. Kandungan nutrisi kacang merah per 100 gram adalah karbohidrat 60 gram, gula 2 gram, serat 25 gram, lemak 1 gram, protein 24 gram, air 12 gram. Hal tersebut membuat kacang merah cukup tinggi permintaan.

Budi daya buncis atau kacang merah lebih baik dilakukan selama musim panas. “Hasil budi daya pada musim kemarau, selalu lebih baik daripada budi daya pada musim penghujan. Karena intensitas sinar matahari pada musim kemarau lebih tinggi, selain itu lahan sawah juga tidak ternaungi oleh tanaman keras seperti halnya tanah tegalan,” kata Wayan Mariana, petani Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Rotasi antara tanaman padi dengan kacang-kacangan, juga berpengaruh terhadap peningkatan produksi dua komoditas tersebut.

Budi daya kacang merah sama dengan buncis, hanya masa panennya memang lebih lama. Kacang merah dibudidayakan di atas bedengan atau guludan. Kemudian dibuat lubang tanam dengan tugal, lalu benih dimasukkan. Pada saat itu juga, ajir sudah harus terpasang.

Pola tanam kacang merah  memerlukan pengairan secara rutin, lahan harus digenangi air. Paling sedikit, setiap minggu sekali tanaman harus digenangi air. Kalau pengairan dilakukan dengan penyiraman, paling sedikit tiap dua hari sekali guludan harus disiram.  (pur)