Bank Sampah Jadi Sumber Ekonomi Baru  yang makin Dilirik Masyarakat Tabanan

40
Ketua Tim PKW Mahasaraswati (pojok kanan) lakukan pendampingan program bank sampah Banjar Wanasari Tengah. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Tak hanya efektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, keberadaan program bank sampah memiliki potensi yang menjanjikan sebagai sumber ekonomi baru bisa dimanfaatkan dengan sangat mudah oleh masyarakat. Tak pelak program yang telah lama diwacanakan salah satunya oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan makin dilirik. Kini bahkan melibatkan kalangan Perguruan tinggi melalui Program Kemitraan Wilayah (PKW).

Ketua PKW Universitas Mahasaraswati Denpasar yang membawahi Desa Jegu dan Wanasari, Kabupaten Tabanan, IB., Suradmaja, STMT., di sela-sela kegiatan bank sampah di Banjar Wanasari Tengah, Minggu (3/9) lalu mengungkapkan, sampah bagi sejumlah kalangan masih menjadi momok persoalan yang kurang baik bagi kebersihan lingkungan. Padahal imbuhnya, ada banyak potensi yang bisa dimanfaatkan dari sampah, tidak terkecuali pada bentuk sampah plastik (an organik).

“Pada sampah an organik ini ada potensi sumber rupiah yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Cuma memang tidak semua orang menyadari potensi atau berkah yang tersimpan di balik sampah tersebut,” tuturnya.

Suradmaja menjelaskan, melalui program pendampingan bank sampah yang tahun ini diujicobakan di Banjar Wanasari Tengah dan Banjar Wanasari Baleran, Kabupaten Tabanan. Ia ingin menggugah kesadaran masyarakat terhadap potensi yang terpendam tersebut. Katanya, selama tiga tahun ke depan program bank sampah ini menjadi langkah awal sebelum melangkah pada pembinaan lanjutan. Salah satunya, memanfaatkan sampah an organik untuk dijadikan suatu kerajinan, sehingga dari ibu PKK memiliki tambahan penghasilan lain selain melakukan aktivitas rutin di rumah.

“Selain sampah an organik ini bisa dijual langsung melalui bank sampah. Nantinya masyarakat juga bisa mengolah sampah tersebut menjadi produk bernilai jual. Artinya, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh. Selain lingkungan bersih, para ibu PKK juga mendapat penghasilan tambahan dari sampah,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan masyarakat Banjar Wanasari Tengah yang juga menjadi tim dari PKW Univ. Mahasaraswati, Dr.Ir., Ni Gusti Agung Gede Eka Martiningsih., M., Si. Kata dia, bank sampah sebenarnya merupakan salah satu program dari Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Pengolahan Sampah Terpadu (Lasadu) sekitar empat tahun lalu.

Paparnya, selama ini program tersebut di sejumlah desa ada yang mengimplementasikan dengan baik. Salah satunya Dauh Peken yang juga menjadi salah satu binaan dari PKW Universitas Mahasaraswati dalam bentuk bank sampah.

Sambungnya, untuk di Desa Wanasari sebenarnya sudah ada embrio terkait program yang sama, namun selama ini program bank sampah di Desa Wanasari vakum. Salah satunya, karena pendampingan yang tidak terus menerus.

“Kini program bank sampah ini kami coba upayakan kembali, sehingga mudah-mudahan dari lima banjar yang ada di Desa Wanasari, semua bisa terbentuk. Sebab, saat ini baru ada dua banjar saja yang membentuk bank sampah, yakni Banjar Wanasari Tengah dan Banjar Wanasari Baleran,” harapnya. (man)