Tembus Pasar Global UKM Kopi Desa Batungsel dapat Pendampingan

51

Tabanan (Bisnis Bali) – Sejumlah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) kopi di Desa Batungsel, Kabupaten Tabanan mendapat pendampingan dari kalangan Perguruan Tinggi (PT). Pendampingan tersebut sebagai upaya guna menembus pasar global seiring dengan potensi yang dimiliki.

Tim Program Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Mahasaraswati Denpasar yang dipimpin oleh  Ir. I Dewa Nyoman Raka, MP., Minggu (3/9) mengungkapkan, Kecamatan Pupuan merupakan salah satu sentra perkebunan kopi di Kabupaten Tabanan selama ini.  Jenis kopi yang cocok dibudidayakan di daerah ini adalah kopi  robusta.

“Petani kopi di daerah ini selain menjual kopi dalam bentuk olahan biji mentah, masyarakat disekitranya juga sudah banyak mengusahakan pengolahan kopi bubuk,” tuturnya.

Nyoman Raka menjelaskan, salah satu UKM yang mengolah kopi bubuk di Desa Batungsel adalah Kopi  Mutiara. Paparnya, UKM ini setiap hari minimal mampu mengolah kopi bubuk sampai 200 kg per hari.  Walaupun peralatan yang digunakan masih semi moderen, akan tetapi hasil kopi Mutiara cukup mampu bersaing di pasaran.

“Akan tetapi untuk bersaing di pasar moderen kopi Mutiara masih memerlukan pendampingan dalam pengemasan,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, terangnya tim PKW Universitas Mahasaraswati Denpasar  melakukan pendampingan dalam hal desain pengemasan produk berbasis lingkungan. Pertimbangannya, untuk memenuhi pasar nasional dan internasional kemasan produk dituntut harus ramah lingkungan. (man)