’’Surfing’’ Malam Hari Jadi Tren di Bali

24

Denpasar (Bisnis Bali) – Kompetisi surfing tow-at Red Bull Night Riders (surfing malam hari) kembali hadir di Bali yakni, di Finn’s Beach Club pada Sabtu (2/9) lalu.

Delapan peselancar dunia mengadu kelihaian di ajang Red Bull Night Riders yang disaksikan ribuan penonton, baik domestik maupun turis mancanegara. Di ajang ini ada satu pemenang yang berhak membawa pulang uang senilai Rp 15 juta.

Red Bull Night Riders adalah kompetisi surfing tow-at yang pertama di Asia. Tidak saja kompetisi ini sangat menantang para surfer profesional, tetapi kompetisi ini juga telah menjadi atraksi yang ditunggu-tunggu turis lokal dan internasional.

2016 lalu, kompetisi ini berhasil menyedot perhatian lebih dari tiga ribu penonon.Tahun ini juga tidak akan berbeda, setelah pemenang diumumkan, pesta berlanjut dengan dentuman musik dari DJ Hedspin asal Kanada.

Kompetisi surfing two-at Red Bull Night Riders menghadirkan enam peselancar top seperti Marlon Gerber, Raju Sena, Bronson Meidy, Lempog Jackson, Wayan “Betet” Merta dan Rio Waida. Sementara dua peselancar dunia lainnya akan diumumkan malam harinya guna menggenapi pertandingan.

Yang menarik, tampilnya  peselancar belia Bronson Meidy (13 tahun) bersaing dengan lawan-lawannya yang lebih tua. “Bronson hampir menjuarai Red Bull Night Riders tahun lalu dengan selisih angka sangat kecil,” ujar Rizal Tanjung, salah satu juri kejuaraan saat jumpa pers, Sabtu (2/9), di Finn’s Beach Clubs.

Tahun lalu, yang menjuarai ajang surfing langka itu peselancar asal Indonesia, Lee Wilson. Menurut Rizal yang telah malang melintang di dunia surfing itu, pada kejuaran yang digelar malam hari ini memiliki perbedaan dari sisi tantangan.

Pasalnya peselancar harus mampu menjaga keseimbangan karena ditarik jetski yang berkecepatan tinggi, dia juga harus bisa melihat ombak di tengah terpaan sinar lampu. “Kalau siang hari ada cahaya matahari. Sekarang mau cari cahaya sorot lampu, ini lebih susah juga sebagai surfer, berdiri mata gelap ada lampu itu menyorot kita, kan susah juga mencari ombak,” tuturnya.(aya)