Serahkan Hibah Rp900 juta di Banjar Gangga Sari, Kapal Bupati Giri Prasta Akui Sebuah Komitmen

53
istHIBAH - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersama anggota DPRD Badung I Nyoman Satria menyerahkan hibah Rp900 juta, Sabtu (2/9) petang di Balai Banjar Gangga Sari.

Mangupura (Bisnis Bali) – Guna mendukung pembangunan di Banjar Gangga Sari, Desa Adat Kepal, Kecamatan Mengwi, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyerahkan hibah Rp900 juta. Dana tersebut diperuntukkan bagi pembangunan balai serbaguna dan penyengker di balai banjar setempat.

Penyerahan hibah yang dilaksanakan, Sabtu (2/9) petang di Balai Banjar Gangga Sari itu juga dihadiri anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, Camat Mengwi IGN Jaya Saputra, Lurah Kapal, serta tokoh Desa Adat Kapal. Tokoh masyarakat Mangku Made Karta, selaku Ketua Panitia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab Badung.

Bantuan yang diterima, lanjut Mangku Karta, akan dimanfaatkan untuk pembangunan  pelinggih, balai serbaguna serta penyengker balai Banjar Gangga Sari. “Penyengger sudah ada yang keropos, dana ini akan digunakan untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Tidak hanya itu, dalam sambutanya, Mangku Karta juga mengucap syukur atas program yang telah digulirkan oleh Bupati Badung, satu di antaranya adalah program kesehatan (KBS). “Ada warga kami yang kena sakit saraf, tidak bisa bangun. Sampai dipapah untuk berobat. Kini warga kami susah sehat. Itu semua karena program KBS,” sebutnya seraya berharap Bupati Badung Nyoman Giri Prasta terus dapat berkarya dan menggulirkan program-program yang dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Sementara itu, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam tatap mukanya bersama masyarakat setempat menyampaikan program Pemerintah Kabupaten Badung, mulai dari program kesehatan hingga pada program pendidikan. Bupati yang dikenal bares juga menyampaikan program peningkatan ekonomi adat melalui pembenahan-pembenahan lembaga perkreditan desa (LPD).

Mengenai pemberian hibah, kata Bupati Giri Prasta, merupakan sebuah komitmen untuk pembangunan seperti dalam konsep Tri Hita Karana, baik hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan lingkungan. “Mulai pembangunan pura, yadnya baik upacara masal dan ekonomi kerakyatan juga sudah dibantu,” kata Giri Prasta.

Pemberian hibah juga dilakukan untuk meringankan beban masyarakat, baik dalam kegiatan istiadat maupun kegiatan dalam keseharian dalam melakukan yadnya. Diakuinya, kegiatan masyarakat Bali telah banyak di bidang adat-istiadat dan agama. “Saya tidak ingin waktu dan tengah yang sudah banyak dikeluarkan ditambah lagi dengan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu kami berikan bantuan,” imbuhnya. (ad 1.756)