BUDI DAYA buncis  tergolong simpel untuk dilakukan. Pada awal budi daya, petani memang harus membeli bibit, namun untuk budi daya selanjutnya petani bisa membuat bibit sendiri dan cara pembuatannya sangat mudah.

Benih merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan yang harus diperhatikan petani. “Pilih varietas yang baik dan cocok dengan daerah. Untuk membuat bibit buncis, harus dipilih dari biji yang sehat dan tidak cacat,” kata Wayan Mariana, petani Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Untuk memilih benih yang baik cukup memilih dari bedengan terbaik. “Kalau melakukan pemilihan dengan bedengan terbaik, yaitu dengan mengatur jarak tanam lebih sehingga tanaman yang tumbuh tidak saling bersaing memperebutkan unsur hara yang ada di dalam tanah,” ucapnya. Dengan demikian kualitas biji buncis akan lebih baik.

Tetapi jika memilih bibit  dengan cara pemilihan individu tanaman yang dianggap baik di bedengan yang berbeda-beda, maka kemungkinan akan menimbulkan gagal panen. “Proses penuaan biji buncis ini menimbulkan persaingan nutrisi unsur hara dan akan diserap oleh tanaman buncis tersebut, tanaman yang tidak dibenihkan akan mengalami gagal panen karena kalah dalam persaingan unsur hara,” tuturnya.

Buah buncis yang sudah tua, disortir dan dipilih kemudian pisahkan sebagai calon bibit. “Dalam pemilihan benih, kita harus memilih benih yang besar-besar, berbentuk seragam dan bentuknya sempurna tidak cacat dan terlihat sehat,” tukasnya. Kemudian benih tersebut dijemur di bawah sinar matahari selama 1-2 hari. Setelah penjemuran lakukan pengupasan pada kulit biji buncis dan ambil bagian dalamnya untuk di jadikan benih. (pur)